Ilustrasi sedang minum (Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)
Jakarta, Jurnas.com - Banyak orang masih percaya bahwa segelas alkohol setiap hari tidak akan menimbulkan masalah kesehatan serius.
Bahkan selama bertahun-tahun, konsumsi alkohol dalam jumlah kecil kerap dianggap relatif aman, bahkan disebut-sebut dapat memberi manfaat bagi kesehatan jantung. Namun temuan ilmiah terbaru menunjukkan gambaran yang berbeda.
Sebuah analisis besar yang melibatkan ratusan penelitian menemukan bahwa risiko kanker ternyata sudah mulai meningkat sejak konsumsi alkohol dalam jumlah rendah.
Temuan ini menjadi peringatan baru bagi masyarakat yang menganggap minum alkohol dalam jumlah sedikit sebagai kebiasaan yang tidak berbahaya.
Dikutip dari Earth, penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) tersebut menganalisis 843 studi dan 16 tinjauan ilmiah yang mencakup 20 jenis penyakit berbeda.
Tim peneliti dipimpin oleh Dr. Xiaochen Dai dan menggunakan metode yang disebut sebagai salah satu pendekatan paling konservatif dalam menilai dampak alkohol terhadap kesehatan.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang membandingkan peminum alkohol dengan mereka yang sama sekali tidak minum, studi ini membandingkan kelompok peminum ringan dengan peminum yang lebih banyak.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk mengurangi bias karena sebagian orang tidak mengonsumsi alkohol akibat kondisi kesehatan tertentu.
Hasilnya menunjukkan satu kesimpulan yang cukup tegas. Dari 20 kondisi kesehatan yang dianalisis, kanker faring atau kanker pada bagian belakang tenggorokan menjadi penyakit dengan bukti hubungan terkuat terhadap konsumsi alkohol.
Risiko kanker faring meningkat sekitar 16 persen pada orang yang mengonsumsi satu gelas alkohol standar per hari atau setara sekitar 10 gram alkohol murni. Risiko tersebut melonjak menjadi lebih dari 50 persen pada konsumsi dua gelas per hari, dan hampir tiga kali lipat pada konsumsi empat gelas per hari.
Yang menarik perhatian para peneliti adalah pola peningkatan risiko yang sudah terlihat sejak tingkat konsumsi paling rendah. Dengan kata lain, tidak diperlukan konsumsi alkohol dalam jumlah besar untuk memunculkan risiko kanker.
Selain kanker faring, penelitian ini juga menemukan hubungan antara alkohol dengan berbagai jenis kanker lain, termasuk kanker mulut, bibir, usus besar, rektum, kerongkongan, payudara, dan kanker pita suara. Risiko penyakit sirosis hati serta peradangan pankreas juga meningkat seiring bertambahnya konsumsi alkohol.
Profesor kesehatan global Emmanuela Gakidou yang menjadi penulis senior penelitian tersebut menegaskan bahwa bukti hubungan antara alkohol dan kanker sangat konsisten.
Menurutnya, peningkatan risiko sudah terlihat bahkan pada tingkat konsumsi yang berada di bawah satu gelas per hari dan terus meningkat pada setiap tambahan konsumsi alkohol.
Meski demikian, penelitian juga menemukan gambaran yang lebih kompleks pada beberapa penyakit lain. Pada diabetes tipe 2, stroke, dan demensia, peminum ringan dalam beberapa kasus tampak memiliki risiko sedikit lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum sama sekali.
Namun para peneliti mengingatkan bahwa temuan tersebut tidak boleh diartikan sebagai alasan untuk mulai mengonsumsi alkohol. Sebab, faktor gaya hidup lain seperti pola makan, tingkat ekonomi, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok dapat memengaruhi hasil penelitian observasional semacam ini.
Tim peneliti menegaskan bahwa studi mereka tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung karena seluruh data berasal dari penelitian observasional. Namun, skala penelitian yang sangat besar membuat sinyal risiko kanker sulit untuk diabaikan.
Kesimpulan utama penelitian ini cukup jelas. Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin tinggi pula risiko berbagai penyakit, terutama kanker. Bahkan pada tingkat konsumsi yang selama ini dianggap ringan, risiko tersebut sudah mulai muncul.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Health ini menambah daftar bukti ilmiah yang mendorong banyak negara untuk memperketat rekomendasi konsumsi alkohol.
Bagi masyarakat, pesan yang disampaikan para ilmuwan juga cukup sederhana: ketika berbicara tentang kanker, tidak ada batas konsumsi alkohol yang benar-benar bebas risiko. (*)
Jum'at, 19/06/2026 19:52 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB