https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tahun 2024, BEI Prediksi Pengguna Jasa Karbon Capai 100

Untung Subagja | Selasa, 30/01/2024 20:05 WIB



Sinkronisasi Apple Gatrik dan SRN-PPI berpengaruh dan meningkatkan suplai di SRN-PPI ke depannya Kantor Bursa Efek Indonesia (Pasar Dana)

Jakarta, Jurnas.com - Pengguna jasa bursa karbon diprediksi dapat melampaui 100 pada 2024. Proyeksi ini berdasarkan tercapainya integrasi sistem Apple Gatrik dengan sistem registrasi nasional pengendalian perubahan iklim (SRN-PPI).

“Kami optimistis. Target kami adalah penambahan 50, paling tidak. Artinya, kalau di akhir tahun kemarin itu 46, akhir tahun 2024 paling tidak 96,” kata Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik, Selasa (30/1/2024).

Sinkronisasi Apple Gatrik dan SRN-PPI berpengaruh dan meningkatkan suplai di SRN-PPI ke depannya. Jeffrey mengatakan, bila suplai di SRN-PPI meningkat, maka pilihan permintaan di bursa karbon akan meningkat.

Baca juga :
Warga Greenland Demo, Tolak Pembukaan Konsulat AS

“Kami harapkan dengan adanya pilihan-pilihan itu, demand juga bisa meningkat,” imbuh Jeffrey.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Indonesia, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan bahwa pengembangan bursa karbon di Indonesia berpotensi terus tumbuh dengan baik. Sejalan dengan ini, perdagangan bursa karbon diproyeksikan akan terus meningkat.

Baca juga :
KPK Dalami Penunjukan Mitra PT Telkom dalam Korupsi Digitalisasi SPBU

Sejumlah faktor pendorong perkembangan bursa karbon Indonesia di tahun 2024 ini antara lain, adanya peningkatan jumlah unit karbon yang ditransaksikan, baik unit karbon dari skema karbon kredit maupun jenis unit karbon dari skema allowance.

Faktor lain yang juga mendorong pengembangan bursa karbon yaitu, perdagangan luar negeri yang diharapkan segera direalisasikan. Pasalnya, Indonesia merupakan negara yang mempunyai cadangan karbon besar dari sektor kehutanan dan kelautan.

Baca juga :
Legislator PKB: Kejar Mafia Pengirim PMI Ilegal

Juga, penerapan pajak karbon yang dianggap sangat penting karena dapat mendukung keseluruhan ekosistem perdagangan karbon di Indonesia. Selain itu, OJK juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Jasa Karbon BEI

Terpopuler

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

Rabu, 24/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swedia vs Jepang

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777