https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Dirjen ILMATE: Perlu Ada Evaluasi Utilisasi Industri Logam dan Baja

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 10/11/2023 16:54 WIB



Pertumbuhan yang signifikan juga tercermin dalam produksi crude steel Indonesia, yang mencapai 15,6 juta ton pada tahun 2022. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufiek Bawazier. Foto: dok. Jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Industri logam dasar, sebagai penopang utama sektor industri, mencatat pertumbuhan sebesar 10,86% pada Triwulan III tahun 2023. Industri ini menunjukkan perkembangan positif dalam tiga tahun terakhir.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufiek Bawazier, saat berbicara pada The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Business & Forum (IBF), di BSD, Tengerang Selatan, Banten, Jumat (10/11/2023).

Taufiek mengatakan, pada tahun 2020, di tengah puncak pandemi COVID-19, industri logam dasar tetap tumbuh sebesar 5,87%.

Baca juga :
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Rapat Paripurna DPR Bahas RAPBN 2027

"Namun, pada tahun 2021, saat masa pemulihan dari dampak COVID-19, pertumbuhannya melonjak menjadi 15,79%, dan di tahun 2022, industri ini masih mencatat pertumbuhan sebesar 14,80%," ujarnya.

Taufiek mengungkapkan, pertumbuhan yang signifikan juga tercermin dalam produksi crude steel Indonesia, yang mencapai 15,6 juta ton pada tahun 2022.

Baca juga :
Rudianto Lallo Soroti Potensi Abuse of Power dalam Penanganan Korupsi

Hal ini, imbuhnya, menandakan langkah besar dalam memajukan industri baja nasional. Capaian ini juga memperkuat posisi Indonesia di tingkat global, naik 13 peringkat dari peringkat ke-28 menjadi peringkat ke-15 dalam produksi baja dunia.

Namun, Taufiek menegaskan bahwa sejalan dengan pertumbuhan yang pesat di industri itu, diperlukan juga evaluasi utilisasi sektor industri logam dan baja yang diperkirakan berada di kisaran 70-80%.

Baca juga :
Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi 117,31 Dolar AS Per Barel

"Mengingat perkembangan sektor industri baja belakangan ini, assessment untuk utilisasi perlu dilakukan kembali guna memperoleh informasi yang lebih akurat terkait kemampuan industri baja nasional.

Hal ini akan memberikan gambaran lebih komprehensif terkait kontribusi sektor ini dalam perekonomian nasional," ucapnya.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, pada tahun 2007 produksi Crude Steel Indonesia 5,2 juta Ton, dan berada di peringkat 28 dunia. Namun di 2022 naik tiga kali lipat menjadi 15,6  juta Ton dan masuk peringkat 15 dunia.

"Pada tahun 2022 produksi crude steel Indonesia naik 4,96 persen jika dibanding tahun 2021," ujar Taufiek.

Forum IBF 2023 yang digelar 9-11 November 2023 ini wadah untuk pertukaran informasi dan business matching bagi seluruh pemangku kepentingan industri baja nasional, yang diharapkan mampu memperkuat upaya pembangunan kemandirian industri nasional.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

ILMATE Industri Logam Baja

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777