https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kemudahan dan Kecepatan Media Digital Mesti Dibarengi dengan Kewaspadaan dan Perlindungan Sistem Digital

Syafira | Minggu, 08/10/2023 02:33 WIB



Kemudahan dan Kecepatan Media Digital Mesti Dibarengi dengan Kewaspadaan dan Perlindungan Sistem Digital Ilustrasi dokumen digital. (Foto: Dok. Ist)

Jurnas.com – Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan media digital mesti dibarengi dengan kewaspadaan dan melakukan perlindungan sistem digital. Tuntutan kehati-hatian memang diperlukan pengguna digital pada komputer dan jaringan dari penyadapan informasi. Juga, dari pencurian atau kerusakan pada perangkat keras, perangkat lunak maupun data elektronik pengguna, serta dari gangguan atau penyesatan layanan yang diberikan, termasuk phising.

Penyanyi sekaligus influencer Inta Oceannia mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam diskusi literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Taman Elektrik, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Banten, Sabtu (7/10) malam.

Dalam diskusi bertajuk ”Jangan Asal Klik, Waspada Link Phising” itu, Inta mengatakan, link phising merupakan upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan. ”Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), maupun data finansial (informasi kartu kredit, rekening),” jelas Inta Oceannia dalam diskusi yang dipandu moderator Pingkan Maukar itu.

Baca juga :
Cerita Tri Suaka dan Nabila Maharani Akhirnya Punya Album Fisik

Agar dapat terhindar dari link phising, Inta menyarankan pengguna untuk tidak sembarangan klik link phising, melakukan peningkatan keamanan akun, hati-hati menerima kiriman pesan atau email. ”Paling penting, jadilah warganet yang paham literasi digital,” tegasnya.

Dalam diskusi yang ditujukan untuk komunitas pemuda itu, Inta juga memberikan kiat untuk mengenal ciri-ciri link phising. Yakni: kiriman link yang meminta Anda membalas dengan nama pengguna/email disertai kata sandi Anda. Link mengandung tautan ke halaman masuk palsu, atau halaman setel ulang kata sandi, dan mengandung tautan untuk melihat atau mengunduh file dari seseorang yang tidak Anda kenal.

Baca juga :
Saudi Perluas Fitur Tawakkalna, Izin Haji Dapat Diakses Langsung

”Selain itu, menyebutkan peristiwa baru-baru ini, membujuk Anda dengan hadiah atau diskon, atau mengklaim ada alasan mendesak agar Anda merespons atau mengklik tautan, tautan pada postingan atau komentar jejaring sosial yang mengarah ke halaman masuk palsu. Atau, halaman setel ulang kata sandi, panggilan telepon, email, atau SMS yang sepertinya berasal dari seseorang yang Anda kenal agar Anda merespons atau mengklik tautan,” urai Inta Oceannia.

Dari perspektif berbeda, artis Roland International Mia Marcellina memberikan tips dan trik aman berselancar di internet. Di antaranya: selektif dengan informasi, saring sebelum sharing, jangan sembarang berkomentar, dan berbagi informasi atau data pribadi.

Baca juga :
Menkomdigi Buka Wacana Larang Anak di Bawah 16 Tahun Belanja Daring

”Lalu, buat password yang kuat dan diubah secara berkala. Jangan asal ’klik’ atau ’OK’, gunakan HTTPS disertai dengan logo gembok keamanan, hindari wifi publik, aktifkan fitur 2FA (verifikasi 2 langkah), cakap serta terampil literasi digital, dan tentu selalu waspada,” rinci Mia Marcellina.

Sementara itu, pengamat media dan komunikasi publik Sopril Amir mengingatkan pentingnya perlindungan diri saat berada di dunia maya. Perlindungan diri itu perlu untuk menjaga data dan informasi pribadi agar tidak sampai jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

”Saat beraktivitas di internet, perlu tahu cara menjaga dan melindungi informasi pribadi. Ini mengingat serangan phising umumnya bertujuan untuk mencuri data pribadi,” jelas Sopril Amir.

Diskusi literasi digital pada lingkup komunitas, untuk diketahui, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo tersebut mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan kanal YouTube Literasi Digital Kominfo.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemenkominfo Digital IMCD

Terpopuler

Kamis, 11/06/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

Peringatan Hari Bermain Sedunia, Ini Sejarah dan Tujuannya

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Jum'at, 12/06/2026 03:03 WIB
Olahraga

Jadwal Resmi Pertandingan Persib Bandung di ACC 2026/27

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777