https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Niat Ikhlas, Dasar Aturan Menjaga Keamanan dalam Berdakwah di Dunia Digital

Syafira | Jum'at, 21/07/2023 14:02 WIB



Niat Ikhlas, Dasar Aturan Menjaga Keamanan dalam Berdakwah di Dunia Digital Ilustrasi sosial media (Foto:cikal)

Jurnas.com – Menjaga keamanan dalam berdakwah menjadi faktor yang perlu diperhatikan ketika berada di dunia maya. Keamanan tersebut tidak hanya terkait dengan sistem dan perangkatnya, namun juga isi dakwah yang ingin disampaikan.

”Niat yang ikhlas adalah dasar aturan menjaga keamanan dalam berdakwah di dunia digital,” tutur influencer Dyah Hakim dalam webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk komunitas pendidikan di wilayah Bali-Nusa Tenggara, Jumat (21/7).

Dyah Hakim mengatakan, dakwah di dunia digital merupakan suatu penyampaian ajakan ajaran keagamaan yang menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dengan menggunakan platform media sosial berupa video, blogging, podcast, live streaming dan lainnya.

Baca juga :
Perkuat Dakwah, Kemenag Kirim Ribuan Dai ke Wilayah 3T

Selain niat ikhlas, lanjut Dyah Hakim, aturan menjaga keamanan dalam berdakwah di dunia digital juga butuh validitas konten, menjaga amanah ilmiah, menghindari kontroversi, menjaga akhlak mulia, mempertimbangkan akibat, dan tidak mudah berfatwa.

”Memanfaatkan media sosial di era serba digital sebagai sarana dalam menyampaikan informasi, edukasi dan kebaikan secara bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum,” tegas Dyah Hakim dalam webinar bertajuk ”Literasi dalam Berdakwah di Dunia Digital” itu.

Baca juga :
Cerita Tri Suaka dan Nabila Maharani Akhirnya Punya Album Fisik

Kelebihan berdakwah di media digital, menurut Dyah Hakim, di antaranya memperluas pengetahuan dan informasi secara cepat, memudahkan mencari ilmu, dan membantu mereka yang berhalangan tidak dapat hadir dalam majelis ilmu.

”Berdakwah dengan menggunakan media sosial akan lebih mudah diterima kalangan millenial, dan memudahkan khususnya bagi kaum wanita yang kodratnya lebih baik berdiam diri di rumah dengan mengikuti kajian secara online,” imbuh Dyah Hakim dalam diskusi yang dipandu moderator Theodora Mayang itu.

Baca juga :
Saudi Perluas Fitur Tawakkalna, Izin Haji Dapat Diakses Langsung

Adapun kekurangannya, antara lain dapat memunculkan pro-kontra, menuju sebuah ujaran kebencian, menjadi suatu penghinaan terhadap agama, tersebarnya video potongan (editan) dakwah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

”Karena sifatnya yang mudah diakses oleh semua kalangan yang mungkin kurang paham tentang apa yang disampaikan, sehingga memicu terjadinya selisih paham antara kelompok maupun induvidu,” jelas Dyah Hakim dalam webinar yang diikuti secara nobar oleh pelajar sekolah menengah di Lombok Barat itu.

Diskusi virtual yang ditujukan untuk komunitas pendidikan kali ini, di antaranya diikuti oleh SMPN 1 Sekotong, SMPN 2 Sekotong, SMPN 4 Sekotong, SMPN 5 Sekotong, SMPN 6 Sekotong, SMPN 1 Lembar, SMPN 2 Lembar, SMPN 5 Lembar, SMPN Satu Atap 3 Sekotong, Ponpes Al-Islamiyah, Ponpes Darul Assalam, Ponpes Al-Madani, sebagai peserta.

Dari perspektif budaya digital, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat Tajuddin mengatakan, meskipun kebebasan mengakses dan ekspresi dijamin undang-undang, pendakwah juga perlu menjaga keamanan dan kenyamanan orang lain.

”Pengguna digital juga memiliki hak untuk merasa aman dan nyaman (tidak tersinggung) dengan isi dakwah yang disampaikan,” tegas Tajuddin.

Sementara dari sudut pandang berbeda, musisi Rio Hijau Daun meminta para pendakwah tetap menjaga sopan santun dalam menyampaikan dakwah ajarannya. ”Gunakan bahasa yang baik dan benar (halus), dan jangan asal bicara agar dihormati,” tandasnya.

Untuk diketahui, webinar literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemenkominfo IMCD Digital Dakwah

Terpopuler

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777