https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jangan Mudah Terkecoh Hadiah dan Harga Murah, Ini Tips Aman Belanja Online

Syafira | Sabtu, 01/07/2023 19:38 WIB



Jangan Mudah Terkecoh Hadiah dan Harga Murah, Ini Tips Aman Belanja Online Ilustrasi belanja online.

Jurnas.com – Belanja online telah menjadi budaya dan gaya hidup di era digital. Harap maklum. Dengan populasi warganet – warga terkoneksi internet – yang mencapai 73 persen lebih dari populasi penduduk Indonesia, belanja online kini jadi pasar sangat luas bagi banyak lokapasar (marketplace) yang tersedia dalam banyak pilihan.

”Tidak semua penjual di pasar digital, yang berada di beragam akun lokapasar, punya niat berbisnis. Tak sedikit yang menipu. Terbaru, viral di medsos, ada sepasang saudara kembar yang menawarkan pemesanan pre-order produk smartphone ternama. Banyak korban tergiur harga murah dan cara mudah. Setelah transfer jutaan rupiah, produk yang dipesan tak juga dikirim. Waspada, jangan sampai kita ikut jadi korban.”

Itu cerita yang disampaikan Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, R. Goenara Daradjat, saat menjadi narasumber dalam diskusi literasi digital gelaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Desa Sidamukti, Kec. Sukaresmi, Kab. Pandeglang, Sabtu (1/7) sore.

Baca juga :
7 Makanan Bergizi yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Mengusung tema ”Hati Hati dalam Jual Beli Online”, diskusi luring (offline) yang digelar bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Nurani Banten itu menghadirkan tiga narasumber. Selain Goenara Daradjat, hadir pula dosen Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten Neka Fitriyah dan influencer Ana Livian sebagai narasumber, serta Joan Permana selaku moderator.

Diskusi lintas komunitas yang digelar ”chip in” dalam acara Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas itu berlangsung semarak, dihadiri oleh beberapa komunitas sebagai peserta. Di antaranya: Komunitas Sidamukti, Komunitas Jongor Berdaya, Komunitas Pesisir Pantai, Komunitas Bayur Berkah, dan Terusan Nelayan.

Baca juga :
Ini Beda Kandungan Putih dan Kuning Telur bagi Kesehatan

Goenara Daradjat menambahkan, rayuan hadiah menarik atau harga murah sering jadi pemancing para penipu dalam menggaet sasaran korban, khususnya pemula. Menurut survei Kemenkominfo, saat pandemi Covid-19, terjadi peningkatan transaksi belanja online dari awalnya 32 persen naik hingga mencapai 54 persen.

”Korban penipuannya pun tak sedikit. Walau kini pandemi sudah berlalu, tapi waspada dan hati-hati saat belanja online tetap penting. Jangan terulang terayu hadiah dan harga murah, yang justru bikin kita resah karena pesanan tak juga dikirim,” pesan Goenara.

Baca juga :
Beragam Makanan yang Bisa Memancing Kontraksi agar Cepat Melahirkan

Lantas, apa tips aman agar terhindar dari korban penipuan jual beli online? Ana Livian punya saran jitu. Buat pemula, tak ada salahnya hindari transfer down payment (DP) pembayaran, terlebih buat toko online yang belum popular. ”Cash on Delivery (COD) atau bayar setelah sampai, itu lebih aman,” ucap Ana.

Selanjutnya, teliti dalam memilih platform penjual yang terpercaya. Baca ulasan dan review mantan pembeli dan rating platform itu, cukup bagus atau tidak. ”Dari situ akan kita ketahui track record penjualnya dalam melayani konsumen,” papar Ana Livian.

Sementara, Neka Fitriyah mengatakan, memverifikasi platform akun penjual atau meminta review teman yang pernah belanja di situ, merupakan kebiasaan yang bijak. Apalagi, catatan Kemenkominfo, penipuan dengan modus menjanjikan hadiah fantastis angkanya mencapai 91,2 persen dan telah menelan banyak korban.

”Kritis dan pintar memilih penjual akan mengurangi risiko kita menjadi korban penipuan jual beli online. Teliti dan hati-hati mesti dikedepankan saat bertransaksi, terlebih di pasar online yang secara fisik kita tak bertemu,” tegas Neka Fitriyah.

Untuk diketahui, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemenkominfo IMCD Belanja Online Tips Goenara Daradjat

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777