https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tren Globalisasi Berubah Jadi Deglobalisasi, Tantangan Makin Berat

Redaksi | Jum'at, 19/05/2023 20:15 WIB



Tren Globalisasi Berubah Jadi Deglobalisasi, Tantangan Makin Berat Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati. (Foto dok Kemenkeu)

Jakarta, Jurnas.com - Perkembangan dinamika global yang sedemikian cepat pasca pandemi telah menciptakan kompleksitas yang berat dalam tahun-tahun sekarang dan ke depan. Hal ini, disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati.

Ada beberapa tantangan besar yang sedang dan akan dihadapi oleh Indonesia dan negara-negara lain di seluruh dunia, salah satunya adalah ketegangan geopolitik global. "Pertama, ketegangan geopolitik global yang menjadi tantangan berat yang kita hadapi," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (19/5).

Dia mengatakan, tensi geopolitik telah menyebabkan perubahan signifikan arah kebijakan ekonomi negara-negara besar yang akan memberikan imbas yang sangat besar bagi seluruh perekonomian. Negara besar cenderung menjadi inward-looking, proteksionis, sehingga akibatnya dunia akan terfragmentasi.

Baca juga :
Valentino Rossi Ingin Pertahankan 1 Rider Italia untuk Timnya di 2027

"Tren globalisasi berubah menjadi deglobalisasi. Fenomena ini sudah dimulai sejak 2017, ketika Amerika Serikat (AS) menerapkan kebijakan mengembalikan sektor manufaktur ke dalam wilayah negaranya atau reshoring," ungkap Sri Mulyani.

Hal ini pada akhirnya memicu perang dagang antara AS dan China, yang merupakan perekonomian kesatu dan kedua terbesar dunia. Sejak saat itu, tensi perang dagang atau trade war antara AS-China terus berlangsung dan menimbulkan ketidakpastian global. "Perang Rusia-Ukraina yang terjadi di awal 2022, mempertajam polarisasi dan fragmentasi geopolitik tersebut," tambahnya.

Baca juga :
20 Ucapan Hari Kebangkitan Nasional yang Penuh Makna

Kerja sama ekonomi dan kemitraan strategis semakin terkotak-kotak sesuai dengan kedekatan aliansi atau friendshoring. Akibatnya, aktivitas perdagangan yang banyak tergantung pada pasar ekspor dan aliran modal luar negeri terkena dampak signifikan. "Fragmentasi geopolitik ini telah memicu fenomena dedolarisasi yang juga berdampak besar, baik pada perekonomian AS sendiri maupun ekonomi global," pungkasnya.

Baca juga :
Cegah Ebola, Bahrain Tangguhkan Kedatangan Wisatawan dari 3 Negara Afrika
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menkeu Sri Mulyani globalisasi deglobalisasi

Terpopuler

Rabu, 01/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Kroasia

Selasa, 30/06/2026 02:02 WIB
Gaya Hidup

Ini Alasan Mengapa TIM Jadi Oase Kreatif yang Wajib Dikunjungi

Kamis, 02/07/2026 07:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Aljazair

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777