https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Langkah Kemendag Hadapi Kenaikan Harga Pangan Dunia

Redaksi | Kamis, 11/05/2023 05:35 WIB



Ini Langkah Kemendag Hadapi Kenaikan Harga Pangan Dunia Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim. (Foto Kemendag)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan langkah strategis menghadapi kenaikan harga pangan dunia yang berpengaruh pada komoditas nasional. Hal itu, disampaikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim.

Ia menjelaskan, upaya pengendalian harga di dalam negeri merupakan kerja besar, yang dilakukan secara kolaboratif antarlembaga. Badan Pangan Nasional juga telah dibentuk sebagai upaya integrasi stabilisasi harga pangan dan cadangan pangan pemerintah.

"Terkait risiko kenaikan harga komoditas internasional terutama yang kini didorong oleh El Nino pemerintah telah melakukan berbagai upaya mitigasi," ujar Isy Karim di Jakarta, Kamis (11/5/2023).

Baca juga :
Amin AK Respons Saham RI Keluar dari MSCI

Isy menerangkan pada sisi produksi, pemerintah telah meningkatkan produksi pangan dan memperkuat cadangan pangan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional. Dari segi kebijakan impor, pemerintah menggunakan strategi tepat waktu dan tepat jumlah dengan tetap mengutamakan produksi dalam negeri.

"Sebagai langkah antisipasi dan menambah cadangan beras, pemerintah telah memutuskan menambah pasokan dari luar negeri sebesar 2 juta ton," jelas Isy.

Baca juga :
Legislator Pertanyakan Kredibilitas BI Usai Rupiah Signifikan Melemah

Sementara itu, dari sisi ekspor pemerintah memutuskan untuk mengembalikan target domestic market obligation (DMO) minyak goreng sebesar 300 ribu ton per bulan, di mana sebelumnya pada periode Ramadhan-Lebaran sempat dinaikkan menjadi 450 ribu ton per bulan guna mencegah kelangkaan serta kenaikan harga.

Selain itu, Kemendag juga mencairkan deposito Hak Ekspor secara bertahap, serta penyesuaian angka pengali dan insentif. "Bauran kebijakan ini ditujukan agar ekspor CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah) tidak terganggu dan pasokan minyak goreng di dalam negeri tercukupi," kata Isy.

Baca juga :
Heri Black Diperiksa, KPK Dalami Barang Bukti dari Rumah Semarang

Pada Jumat (5/5), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) melaporkan bahwa harga pangan dunia pada April 2023 mengalami kenaikan untuk pertama kalinya dalam setahun. Kenaikan April mencerminkan harga yang lebih tinggi untuk gula, daging dan beras, yang mengimbangi penurunan indeks harga sereal, susu dan minyak sayur.

Indeks harga gula melonjak 17,6 persen dari Maret, mencapai level tertinggi sejak Oktober 2011. FAO mengatakan kenaikan itu terkait dengan kekhawatiran pasokan yang lebih ketat menyusul revisi turun perkiraan produksi untuk India dan China, bersama dengan produksi yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya di Thailand dan Uni Eropa.

Sementara indeks daging naik 1,3 persen bulan ke bulan, harga susu turun 1,7 persen, harga minyak sayur turun 1,3 persen dan indeks harga sereal turun 1,7 persen, dengan penurunan harga dunia dari semua biji-bijian utama melebihi kenaikan harga beras.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemendag pengendalian harga pangan dunia

Terpopuler

Rabu, 01/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Kroasia

Selasa, 30/06/2026 02:02 WIB
Gaya Hidup

Ini Alasan Mengapa TIM Jadi Oase Kreatif yang Wajib Dikunjungi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777