https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Rusia Tak Lagi Pakai Dolar dan Euro dalam Perdagangan Energi

Supianto | Minggu, 23/04/2023 06:59 WIB



Mempertimbangkan masalah saat ini dengan mata uang ini, dalam penyelesaian kami, kami beralih hampir secara eksklusif ke mata uang nasional. Mata Uang Euro. (Getty Images / Glowimages)

JAKARTA, Jurnas.com - Wakil Perdana Menteri Alexander Novak mengatakan pada Sabtu bahwa Rusia telah beralih ke mata uang nasional dalam perdagangan energi dengan mitra asing. Hal itu dia lontarkan dalam sebuah wawancara dengan saluran TV Russia-1.

Dia mengatakan, sebagian besar transaksi sudah dilakukan dalam mata uang ini, sebagian besar dalam yuan China dan rubel Rusia, dan di masa mendatang Moskow bermaksud untuk sama sekali meninggalkan euro dan dolar dalam ekspor energi.

"Tren telah banyak berubah menuju pengurangan penggunaan dolar dan euro. Mempertimbangkan masalah saat ini dengan mata uang ini, dalam penyelesaian kami, kami beralih hampir secara eksklusif ke mata uang nasional," kata dia.

Baca juga :
Jet F-16 NATO Tembak Jatuh Drone Ukraina di Estonia

Pernyataan itu merujuk pada pembatasan ekonomi yang diberlakukan di Rusia oleh negara-negara Barat karena konflik Ukraina, yang secara efektif membuat Rusia tidak mungkin melakukan transaksi dalam euro dan dolar.

"Mitra kami di China sudah membayar gas dalam yuan, serta sebagian untuk minyak. Mereka juga membayar dalam rubel. Kami akan terus meningkatkan penyelesaian bersama ini dalam mata uang nasional," tutur Novak.

Baca juga :
DPR Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level Rp16.000

Dia mengatakan bahwa untuk memenuhi permintaan yang kuat akan energi Rusia, diperlukan mekanisme penyelesaian yang hanya dapat dilakukan dalam mata uang nasional dalam keadaan saat ini.

Dalam wawancara sebelumnya dengan kantor berita TASS, Novak memperkirakan pangsa transaksi dalam mata uang nasional akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Baca juga :
Pidato Prabowo soal Dolar AS Jangan Jadi Alat Propaganda Politik

Rusia secara signifikan meningkatkan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan tahun lalu, beralih dari euro dan dolar dalam transaksi dengan mitra asing karena mata uang ini dianggap tidak dapat diandalkan karena sanksi.

Sumber: RT

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Dolar Euro Uni Eropa Rusia Perdagangan Energi

Terpopuler

Rabu, 01/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Kroasia

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Kamis, 02/07/2026 07:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Aljazair

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777