https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kementan Prediksi Masa Panen Raya Padi Mulai Februari 2023

Supianto | Jum'at, 30/12/2022 17:12 WIB



Kementan Prediksi Masa Panen Raya Padi Mulai Februari 2023. Panen padi menggunakan mesin pertanian. (Foto: Kementan)

JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pemantauan kondisi pertanaman dan luas panen dengan menggunakan metode citra satelit. Metode ini merupakan sistem informasi Standing Crop (SISCrop) untuk menghitung kondisi secara ril time.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP), Husnain menjelaskan, sistem kerja citra satelit mampu mengkomunikasikan kondisi di lapangan dengan kombinasi model optik dan star yang menembus awan menggunakan sensor radar.

"Kemudian pada tahun 2020 kita mulai membangun SAR (synthetic aperture radar) yang bisa menembus awan dan tidak terpengaruh pengambilan citra di saat siang ataupun malam. Dan di tahun 2021 kita sudah menambahkan fitur provitas padi," kata Husnain, Jumat (30/12).

Baca juga :
Sahroni Desak Polisi Telusuri Pupuk Palsu yang Rugikan Petani Rp3,3T

Husnain mengatakan, citra satelit yang beroprasi bisa berputar mengelilingi bumi dengan sangat baik, sehingga informasi yang didapatkan merupakan informasi utuh. Sebagai gambaran, sistem ini telah memotret kondisi pertanaman padi di Kabupaten Karawang, Indramayu, dan luar pulau Jawa.

"Dan setiap tanggal 16 atau paling lambat tanggal 2 setiap bulan itu data sudah diperbarui. Misalnya untuk warna biru itu ternyata sedang pengenangan, warna hijau muda itu masa vegetatif 1 jadi tanah tertutup oleh tanaman, kemudian yang hijau lebih pekat vegetatif 2, kemudian mulai menguning generatif 1 dan kuning pekat generatif 2, setelah itu dipanen dan tanahnya kosong itu kita tampilkan dalam bentuk berbagai warna," katanya.

Baca juga :
Komisi IV: Kementan Harus Gandeng Polisi Tindak Tegas Mafia Beras

Sementara untuk satelit sentinel 1 yang digunakan sebagai dasar dari sistem informasi standing crop 2.0 ini, Kementan telah menggunakan sensor SAR yang bebas dari tutupan awan dan tidak terkendala waktu pengambilan sehingga hasil potret dalam kondisi bagus.

"Resolusi tempuralnya adalah 10 sampai 15 hari. Jadi, kita mengupdate setelah 15 hari ini sudah real time, kemudia resolusi spasial 10 meter. Jadi, 1 pixel mewakili 10x10. Nah, yang kita dapatkan dari SIS Crop ini yang pertama monitor standing crop fase tanaman yang kita bagi atas 6 fase," katanya

Baca juga :
Citra Satelit AI Picu Disinformasi Perang AS vs Iran

Dari fase tersebut, kata Husnain, masa panen raya diprediksi akan berlangsung pada Februari, Maret dan April sehingga tidak ada kekhawatiran dengan kondisi beras nasional selama beberapa bulan kendepan.

"Kita di kementan bertanggungjawab menyediakan pangan untuk 270 juta penduduk. Apalagi kita perlu memiliki data ril time dan upaya peningkatan produktivitas. Kami juga melakukan penghitungan melalui beberapa tahapan. Termasuk semua tahapan yang dilakukan BPS mengenai semple ubinan. Yang pasti data yang kita rujuk tetap menggunakan data BPS. Tetapi kementan sebagai kementerian teknis harus memiliki informasi ril time terutama dalam informasi kebutuhan produksi," jelasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kementerian Pertanian Luas Panen Padi Citra Satelit Husnain

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777