https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ketua MPR Tegaskan Perlunya Menghargai Kemajemukan Sebagai Kekuatan Bangsa

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 09/09/2022 12:48 WIB



Para pendiri bangsa berhasil menjadikan perbedaan sebagai sebuah akar untuk persatuan, dan meletakkannya sebagai ruh bagi perjuangan dalam mewujudkan sebuah identitas perjuangan bangsa. Ketua MPR, Bambang Soesatyo menerima Garda Merah Putih dari Papua, di Jakarta, Jumat (9/9/22). (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan seluruh elemen bangsa patut bersyukur bahwa bangsa Indonesia memiliki identitas yang berbasis pada nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an, yang berakar pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Empat konsensus dasar bangsa tersebut kini dikenal dengan Empat Pilar MPR RI, menjadi vaksin ideologi yang membuat bangsa ini dapat bertahan dan berada di dalam rumah besar kebangsaan bernama Indonesia.

"Di dalam rumah besar Indonesia, kita hanya mengenal kata `satu`. Satu Tanah Air Indonesia, Satu Bangsa Indonesia, Satu Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia. Walaupun saat ini, menurut data Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia tercatat lebih dari 273 juta jiwa, namun semuanya dipersatukan dalam satu kohesi kebangsaan. Jutaan penduduk dengan ragam kemajemukan, tetap merepresentasikan satu bangsa yang hidup bernaung dalam satu tanah air, dan dipersatukan oleh satu bahasa persatuan," ujar Bamsoet usai menerima Garda Merah Putih dari Papua, di Jakarta, Jumat (9/9/22).

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Bamsoet menjelaskan, ketika membicarakan Pancasila dengan sesanti Bhinneka Tunggal Ika, maka yang akan segera terbayang adalah kebesaran, keluasan, dan kemajemukan bangsa Indonesia. Saat seseorang terbang dari Sabang menuju Merauke, akan melintasi 17.504 pulau, dengan melewati tiga zona waktu yang berbeda.

"Orang asing yang terbang di wilayah Indonesia, pasti mengira dirinya sedang melintasi begitu banyak negara. Ia sama sekali tidak akan mengira kalau yang dilintasi hanya satu negara, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dihuni oleh 1.340 suku bangsa, dengan 733 bahasa daerah yang berbeda, adat istiadat yang berbeda, serta dengan agama dan keyakinan yang berbeda-beda pula," jelas Bamsoet.

Baca juga :
MPR Dorong Nasionalisme Generasi Muda Lewat LKBB-PB NTB 2026 di Mataram

Bamsoet menambahkan, para pendiri bangsa berhasil menjadikan perbedaan sebagai sebuah akar untuk persatuan, dan meletakkannya sebagai ruh bagi perjuangan dalam mewujudkan sebuah identitas perjuangan bangsa. Anugerah tersebut mengisyaratkan perlunya menghargai kemajemukan, sebagai kekayaan dan kekuatan bagi bangsa Indonesia.

"Karena itu, kerukunan haruslah menjadi kebutuhan bagi kita. Karena kebhinekaan adalah elemen pembentuk bangsa. Kebhinekaan bukan hanya fakta sosiologis yang hanya diterima sebagai sesuatu yang `given`, tetapi harus terus menerus diperjuangkan," pungkas Bamsoet.

Baca juga :
Eddy Soeparno Hormati SMAN 1 Pontianak, Tegaskan Tak Boleh Ada Intimidasi
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Bambang Soesatyo Empat Pilar Vaksin Ideologi Garda Merah Putih

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777