https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mulai 2026, 80 Persen Beasiswa LPDP Difokuskan ke Bidang STEM

Muhammad Habib Saifullah | Senin, 29/06/2026 08:01 WIB



Mulai 2026, pembiayaan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan memprioritaskan talenta di bidang sains teknologi dan sektor industri stategis Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia Tahun 2026 di Jakarta (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, mulai 2026, porsi pembiayaan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan dipertajam dengan memprioritaskan talenta di bidang sains teknologi dan sektor industri.

Hal ini disampaikannya dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia Tahun 2026 di Jakarta, Minggu (28/6).

Diketahui, 80 persen porsi beasiswa tersebut akan difokuskan pada bidang STEM dan industri strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), semikonduktor, hilirisasi, maritim, dan manufaktur maju.

Baca juga :
Imbas Pengelolaan Data dan Dampak AI, OpenAI Hadapi Penyelidikan Masif di A

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menjelaskan, pemerintah berkomitmen menjaga APBN tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan agar mampu menjalankan duafungsi utama, yaitu sebagai instrumen stabilisasi ekonomi sekaligus motor penggerak produktivitas, investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui forum KSTI ini, pemerintah mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dandunia industri untuk memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional," ujar Menkeu.

Baca juga :
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja di Era AI

Menkeu juga menyampaikan bahwa dengan kolaborasi yang kuat dimaksud, dapatmewujudkan visi Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar duniapada tahun 2045.

"Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukungoleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi," kata Menkeu.

Baca juga :
Dasco Pastikan Pertemuan Prabowo-Luhut-Chatib Tak Bahas Pergantian Menkeu

Selain itu, Kemenkeu terus memperkuat penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) melalui kolaborasi riset dengan berbagai perguruan tinggi.

Melalui Center for Public Finance Research, para peneliti bekerja bersama unit-unit di lingkungan Kementerian Keuangan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih akurat, kredibel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melihat dinamika makro saat ini, Menkeu juga memastikan fundamental ekonomi Indonesia per triwulan I-2026 masih berada di jalur ekspansif dengan pertumbuhan mencapai 5,61 persen dan tingkat inflasi terkendali di angka 3,08 persen.

Pendapatan negara hingga Mei 2026 pun menunjukkan performa yang kuat dengan defisit APBN yang tetap terjaga di batas aman.

"Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, sehingga APBN mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," ujar Purbaya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Beasiswa LPDP Bidang STEM Kecerdasan Buatan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777