https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

8 Hiburan Khas Betawi yang Dulu Wajib Ada Saat HUT Jakarta

Vaza Diva | Minggu, 28/06/2026 13:30 WIB



Berikut delapan hiburan khas Betawi yang pernah menjadi sajian wajib dalam pesta ulang tahun Jakarta. Ilustrasi - Lenong Betawi (Foto: senibudayabetawi.com)

Jakarta, Jurnas.com - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta selalu identik dengan pesta rakyat yang menghadirkan beragam hiburan khas Betawi.

Jauh sebelum konser musik modern dan pertunjukan multimedia meramaikan panggung ibu kota, masyarakat Betawi telah memiliki beragam kesenian yang menjadi hiburan sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga.

Sebagian besar kesenian tersebut masih dapat dijumpai hingga sekarang, terutama dalam festival budaya, perayaan HUT Jakarta, hingga berbagai acara adat.

Baca juga :
Asal Usul Jakarta: Dari Sunda Kelapa, Jayakarta, hingga Jadi Ibu Kota

Berikut delapan hiburan khas Betawi yang pernah menjadi sajian wajib dalam pesta ulang tahun Jakarta.

1. Lenong

Lenong merupakan seni teater tradisional Betawi yang memadukan dialog, humor, musik, dan improvisasi. Pertunjukan ini mengangkat kisah kehidupan sehari-hari, cerita kepahlawanan, hingga kritik sosial yang disampaikan dengan gaya jenaka.

Pada masa lalu, lenong kerap dipentaskan semalam suntuk dalam pesta rakyat maupun perayaan hari jadi Jakarta sehingga menjadi hiburan yang dinanti masyarakat dari berbagai kalangan.

Baca juga :
MRT Jakarta Terapkan Tarif Rp1, Catat Tanggalnya

2. Tanjidor

Tanjidor menjadi salah satu hiburan yang paling mudah dikenali dalam berbagai perayaan Betawi. Ansambel musik yang didominasi alat musik tiup seperti trompet, klarinet, trombon, dan tuba ini berasal dari pengaruh musik Eropa pada masa kolonial yang kemudian berakulturasi dengan budaya lokal.

Dalam perayaan HUT Jakarta, tanjidor biasanya mengiringi parade budaya, arak-arakan ondel-ondel, hingga penyambutan tamu kehormatan.

Baca juga :
22 Contoh Ucapan HUT ke-498 Jakarta yang Penuh Makna

3. Gambang Kromong

Gambang kromong merupakan musik tradisional Betawi yang memadukan unsur budaya Nusantara dan Tionghoa. Nama kesenian ini diambil dari dua alat musik utamanya, yakni gambang dan kromong.

Irama yang rancak membuat gambang kromong kerap mengiringi tarian, pertunjukan rakyat, maupun pesta budaya saat ulang tahun Jakarta. Kehadirannya menjadi simbol keberagaman budaya yang telah lama tumbuh di ibu kota.

4. Topeng Betawi

Topeng Betawi bukan sekadar tarian, tetapi sebuah pertunjukan yang menggabungkan seni tari, musik, lawakan, dialog, dan lakon drama.

Biasanya pertunjukan diawali dengan tarian pembuka sebelum berlanjut pada adegan yang sarat pesan moral dan humor. Dahulu, kesenian ini sering tampil dalam pesta rakyat dan hajatan warga, termasuk saat memeriahkan perayaan hari jadi Jakarta.

5. Rebana Biang

Rebana Biang merupakan salah satu kesenian musik Betawi yang berkembang dari tradisi Islam. Menggunakan rebana berukuran besar sebagai alat musik utama, pertunjukan ini biasanya diiringi lantunan syair bernuansa religius.

Dalam berbagai perayaan budaya Betawi, Rebana Biang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat Betawi.

6. Wayang Kulit Betawi

Tak banyak yang mengetahui bahwa Betawi juga memiliki tradisi wayang kulit dengan gaya pertunjukan yang berbeda dari daerah lain di Pulau Jawa.

Wayang Kulit Betawi menggunakan dialek Betawi dalam dialognya serta diselingi humor yang dekat dengan kehidupan masyarakat Jakarta. Pada masa lalu, kesenian ini cukup sering dipentaskan dalam pesta rakyat, meski kini jumlah kelompok pementasnya semakin berkurang.

7. Silat Betawi

Silat Betawi tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri, tetapi juga menjadi tontonan yang menghibur. Dalam berbagai festival budaya, para pesilat menampilkan jurus-jurus yang dipadukan dengan iringan musik tradisional.

Atraksi ini sering menjadi bagian dari pertunjukan palang pintu maupun parade budaya dalam rangka HUT Jakarta, sekaligus memperkenalkan nilai keberanian, sportivitas, dan penghormatan kepada lawan.

8. Pantun Betawi

Tradisi berbalas pantun menjadi hiburan yang tak pernah lepas dari budaya Betawi. Pantun biasanya muncul dalam pertunjukan lenong, palang pintu, maupun acara adat lainnya.

Dengan bahasa yang ringan, lucu, dan penuh sindiran halus, pantun mampu menghidupkan suasana sekaligus menyampaikan pesan moral kepada penonton. Hingga kini, tradisi tersebut masih sering ditampilkan dalam berbagai festival budaya Jakarta.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tradisi Betawi HUT DKI Jakarta Masyarakat Betawi Zaman Dahulu

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777