Ekonomi

BP BUMN-Danantara Kembangkan Industri Unggas Modern Berbasis Teknologi

Danantara bangun Fasilitas peternakan yang memiliki kualitas operasional terbaik dengan standar teknologi tinggi, kebersihan yang terjaga, serta pengelolaan yang profesional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Foto: Antara)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara bersinergi mengembangkan industri unggas terintegrasi berbasis teknologi modern. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi standar baru serta acuan (benchmark) bagi sektor peternakan nasional yang efisien, produktif, dan berdaya saing tinggi.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa fasilitas peternakan yang dibangun harus memiliki kualitas operasional terbaik dengan standar teknologi tinggi, kebersihan yang terjaga, serta pengelolaan yang profesional.

"Nanti saya mau lihat. Jadi ini integratif, peternakan terbaik yang ada di Indonesia. Kelasnya mesti canggih, bersih, tertata," ujar Dony dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi di Jakarta.

Dalam aspek investasi, Dony menegaskan bahwa fokus utama bukan sekadar besar kecilnya nilai modal, melainkan potensi imbal hasil (return on investment) yang optimal. Setiap keputusan penanaman modal harus memiliki prospek bisnis yang jelas untuk memastikan perusahaan mampu menjadi pemain unggul dan pemenang di industrinya.

Selain itu, kualitas manajemen menjadi perhatian utama dalam memastikan setiap proyek pengembangan di daerah terlaksana secara objektif, profesional, serta bebas dari konflik kepentingan.

Sebagai bagian dari Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi, salah satu fasilitas percontohan utama yang berlokasi di Malang, Jawa Timur, ditargetkan rampung pada Mei 2027 mendatang. Fasilitas modern ini dipersiapkan untuk diresmikan langsung oleh Presiden dan menteri terkait.

Melalui inisiatif ini, BP BUMN dan Danantara optimistis dapat menghadirkan model industri peternakan modern yang kompetitif, memperkuat ketahanan ekosistem pangan nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian Indonesia.