Ekonomi

Danantara Siapkan Proyek Strategis untuk Investor AS di G20 Miami

Salah satu fokus utama yang disiapkan Danantara adalah program peningkatan dan optimalisasi aset badan usaha milik negara (BUMN).
CEO Danantara, Rosan Roeslani.

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah mematangkan sejumlah proyek potensial untuk ditawarkan kepada investor asal Amerika Serikat (AS).

Penjajakan kerja sama ini direncanakan melalui rangkaian agenda KTT G20 Miami yang akan berlangsung pada 14–15 Desember 2026 di Trump National Doral Miami, Florida.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang menyusun daftar (list) program serta proyek yang berpeluang untuk dikerjasamakan.

"Danantara juga diminta mempersiapkan list dari beberapa program atau project yang bisa dikerjasamakan. Kita sedang list, supaya kerjasamanya sesuai dengan program nanti peningkatan atau optimalisasi dari aset BUMN," ujar Rosan di Istana Kepresidenan, Selasa (3/11/2026).

Fokus Optimalisasi Aset BUMN

Salah satu fokus utama yang disiapkan Danantara adalah program peningkatan dan optimalisasi aset badan usaha milik negara (BUMN). Program ini dipetakan secara matang agar kolaborasi yang terjalin nantinya benar-benar tepat sasaran dan memberikan nilai tambah yang optimal.

Meski demikian, pihak Danantara belum merinci lebih lanjut terkait bentuk spesifik proyek maupun estimasi nilai investasi yang akan ditawarkan.

Libatkan Milken Institute dan Investor Besar

Selain memanfaatkan forum resmi KTT G20, langkah penjajakan investasi ini juga direncanakan akan melibatkan kerja sama dengan Milken Institute serta sejumlah investor kakap global.

Forum-forum tersebut diharapkan menjadi ruang strategis untuk mendiskusikan berbagai potensi kerja sama ekonomi antara Indonesia melalui Danantara dan para investor di AS.

KTT G20 Miami 2026 sendiri diprediksi akan berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Kepresidenan Amerika Serikat secara khusus memfokuskan pembahasan pada tiga tema inti, yaitu:

  • Kemakmuran ekonomi melalui deregulasi
  • Pembukaan rantai pasok energi yang terjangkau dan aman
  • Inovasi dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI)