Ekonomi

Danantara Dorong Perbankan Nasional Ekspansi ke Pasar Asia Lewat Fintech

Managing Director Global Relations and Communications Danantara Indonesia, Pahala Nugraha Mansury dalam diskusi panel Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Rabu. (Foto: Antara)

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia menilai kemajuan teknologi finansial (fintech) di dalam negeri menjadi modal penting bagi perbankan nasional untuk memperluas jangkauan usaha ke tingkat regional Asia.

Managing Director Global Relations and Communications Danantara Indonesia, Pahala Nugraha Mansury, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi basis ekspansi perusahaan lokal.

"Indonesia bisa menjadi pintu gerbang bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk berkembang dan menjadi pemain regional," ujar Pahala dalam diskusi panel Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, sektor teknologi finansial Indonesia tidak tertinggal dibandingkan pasar negara lain. Ia mencontohkan perkembangan pesat layanan perbankan seluler serta penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara sebagai bukti nyata kemajuan teknologi pembayaran tanah air.

Berdasarkan data Bank Indonesia pada triwulan III 2026, pengguna QRIS telah mencapai 70,6 juta orang dengan 49,4 juta pedagang, sementara volume transaksinya tumbuh 75,80 persen secara tahunan. Selain itu, layanan QRIS antarnegara kini telah terhubung dengan enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.

Pahala menilai kehadiran berbagai bank asing asal Malaysia, Singapura, dan Thailand di Indonesia menunjukkan adanya peluang besar bagi perbankan nasional untuk melakukan ekspansi serupa. Namun, ia mengakui bahwa jumlah bank Indonesia yang beroperasi di luar negeri masih sangat sedikit dan membutuhkan perubahan pola pikir serta komitmen kepemimpinan yang kuat.

Meski demikian, beberapa bank pelat merah seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah merintis jaringan internasional di berbagai pusat keuangan dunia guna melayani kebutuhan nasabah global, termasuk jutaan diaspora Indonesia di luar negeri.

Untuk dapat bersaing di pasar regional, Danantara menekankan pentingnya penguatan investasi teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta kapabilitas organisasi agar perbankan nasional mampu menjadi pemain tangguh di kancah internasional.