Bank Indonesia
Jakarta - Anggota Komisi XI DPR, Faisol Riza mengingatkan kepada Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, Perry Warjiyo untuk tidak mengikuti resep dari International Monetary Fund (IMF). Pasalnya, bisa saja akan membawa situasi Indonesia menjadi lebih buruk.
Faisol mengatakan, BI sebaiknya fokus pada hal-hal penting dan mendesak. Misalnya penurunan tingkat bunga perbankan, stabilitas nilai tukar rupiah dan mengelola neraca perdagangan yang defisit pada Januari 2018."Ada hal-hal yang segera dan perlu diselesaikan Gubernur Bank Indonesia (Perry Warjiyo). Dia tidak mesti harus mau mengikuti resep IMF, karena lembaga ini acap salah," kata Riza kepada jurnas.com.Politisi PKB ini membeberkan data resmi BI yang menyebutkan, neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit sekitar USD 0,68 miliar pada Januari lalu. Kemudian pada Februari 2018 yang mencapai USD 0,12 miliar. Dari jumlah ini, maka total defisit dalam tiga bulan sejak Desember 2017 mencapai US$ 1,1 miliar.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Bank Indonesia IMF Perry Warjiyo



























