Minggu, 18/10/2026 18:41 WIB

Prancis Rusuh, Ical DPR Minta KBRI Pastikan WNI Aman





Anggota Komisi I DPR RI, Syamsul Rizal MI, menyampaikan imbauan tegas terkait keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah berada di Prancis.

Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal (Deng Ical). (Foto: Dok. Parlementaria)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi I DPR RI, Syamsul Rizal MI, menyampaikan imbauan tegas terkait keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah berada di Prancis.

Imbauan tersebut merespons eskalasi gelombang unjuk rasa besar-besaran yang berujung pada kerusuhan, aksi penjarahan, hingga pembakaran fasilitas publik di berbagai wilayah Prancis.

Eskalasi situasi di Prancis saat ini memanas akibat demonstrasi meluas yang memicu bentrokan sengit antara massa dan aparat kepolisian.

Aksi yang berawal dari protes atas biaya hidup serta fasilitas pendidikan tersebut dengan cepat membesar hingga menyebabkan pembakaran bangunan publik, termasuk kerusakan parah pada Balai Kota Limoges, aksi penjarahan pertokoan, hingga penangkapan terhadap lebih dari 1.800 orang oleh otoritas keamanan.

Terkait situasi darurat tersebut, Syamsul Rizal MI meminta seluruh WNI yang berdomisili maupun sedang berkunjung di Prancis, baik pelajar, pekerja, maupun wisatawan, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra serta menjauhi titik-titik konsentrasi massa.

"Kami memantau secara cermat perkembangan situasi keamanan di Prancis yang kian mengkhawatirkan. Kami mengimbau seluruh WNI di sana untuk mengutamakan keselamatan jiwa, sebisa mungkin beraktivitas di lokasi yang aman, dan sepenuhnya mematuhi instruksi keamanan dari otoritas setempat," ujar Syamsul Rizal atau Dang Ical di Jakarta, pada Minggu (18/10).

Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menekankan pentingnya kehadiran negara secara proaktif untuk memberikan jaminan perlindungan bagi warga negaranya di luar negeri.

Oleh sebab itu, dia mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris bersama seluruh perwakilan RI di Prancis untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan membuka saluran komunikasi darurat selama 24 jam penuh.

"KBRI Paris wajib memastikan perlindungan maksimal serta memberikan pendampingan intensif bagi seluruh WNI. Pihak perwakilan RI harus aktif menjalin komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia dan memastikan layanan hotline darurat beroperasi secara responsif," dia menambahkan.

Selain itu, Daeng Ical mengimbau para WNI untuk senantiasa melengkapi diri dengan dokumen identitas resmi serta segera melakukan lapor diri secara berkala, guna memudahkan pemantauan dan tindakan penanganan darurat apabila kondisi keamanan kian memburuk.

"Keselamatan warga negara adalah prioritas paling utama. Kami berharap seluruh WNI tetap tenang, saling menjaga komunikasi antar sesama warga Indonesia, dan tidak ragu untuk segera menghubungi KBRI jika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan," kata dia.

Diketahui, gelombang kekecewaan atas lonjakan biaya hidup dan pemangkasan anggaran publik tidak hanya melanda Prancis, melainkan telah meluas hingga ke sejumlah negara tetangga di kawasan Eropa Barat.

Di Belgia, demonstrasi mahasiswa dan serikat buruh di Brussels serta Liège atas kenaikan biaya kuliah dan defisit anggaran berujung bentrokan dengan aparat keamanan, yang memaksa polisi menembakkan gas air mata dan semprotan air untuk membubarkan massa.

Sementara itu di Italia, aksi unjuk rasa ribuan warga di kawasan Piazza Duomo, Milan, yang menolak inflasi tinggi dan stagnasi upah juga diwarnai aksi penjarahan toko serta pembakaran barikade jalanan.

Eskalasi serupa turut menjangkiti Semenanjung Iberia, di saat puluhan ribu demonstran memadati jalanan ibu kota Portugal, Lisbon, guna memprotes krisis keterjangkauan harga hunian dan melemahnya daya beli masyarakat.

KEYWORD :

Kerusuhan Prancis Demo Massal Prancis Syamsul Rizal MI. Daeng Ical Warta DPR




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :