Ilustrasi - ini 10 penyebab sariawan yang jarang disadari (Foto: Alodokter)
Jakarta, Jurnas.com - Sariawan menjadi salah satu gangguan kesehatan mulut yang kerap dialami banyak orang.
Luka kecil berwarna putih atau kekuningan dengan bagian tepi kemerahan ini dapat menimbulkan rasa perih, terutama ketika makan, minum, atau berbicara.
Sebagian orang menganggap sariawan hanya disebabkan oleh kekurangan vitamin C. Padahal, kondisi ini dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari, stres, cedera pada jaringan mulut, hingga kekurangan zat gizi tertentu.
Alasan Telinga Berdenging Saat Naik Pesawat
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa sariawan dapat berkaitan dengan iritasi pada gusi, lidah, dan lapisan dalam mulut. Faktor pemicunya beragam dan terkadang tidak disadari oleh penderitanya.
Lantas, apa saja penyebab sariawan yang jarang disadari? Berikut ulasannya.
7 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Jantung Anda
1. Menyikat Gigi Terlalu Keras
Kebiasaan menyikat gigi dengan tekanan berlebihan dapat melukai gusi dan jaringan lunak di dalam mulut. Risiko ini juga meningkat ketika seseorang menggunakan sikat gigi dengan bulu yang kasar.
Luka akibat gesekan tersebut dapat memicu munculnya sariawan, terutama pada orang yang memiliki jaringan mulut sensitif.
Untuk mengurangi risiko, gunakan sikat gigi berbulu lembut dan bersihkan gigi dengan gerakan yang tidak terlalu keras.
2. Tidak Sengaja Menggigit Bibir atau Pipi
Menggigit bagian dalam pipi, bibir, atau lidah saat makan merupakan kejadian yang umum. Meski terlihat sepele, cedera tersebut dapat memicu luka pada jaringan mulut.
Luka juga bisa muncul akibat makanan keras atau tajam, seperti kerupuk yang terlalu keras dan duri ikan. Pada sebagian orang, cedera ringan semacam ini dapat menjadi pemicu sariawan.
3. Stres dan Kurang Tidur
Stres tidak hanya berdampak pada kondisi emosional, tetapi juga dapat berkaitan dengan munculnya sariawan pada sebagian orang.
Tekanan pekerjaan, masalah pribadi, serta kurang tidur dapat menjadi pemicu kekambuhan pada orang yang rentan mengalami sariawan. Meski demikian, stres bukan satu-satunya penyebab dan tidak selalu menimbulkan sariawan pada setiap orang.
Menjaga pola tidur, beristirahat cukup, dan mengelola stres dapat membantu mengurangi salah satu faktor pemicunya.
4. Kekurangan Zat Gizi Tertentu
Selain vitamin C, kekurangan zat gizi tertentu juga dapat berhubungan dengan sariawan yang berulang.
Beberapa nutrisi yang perlu diperhatikan antara lain vitamin B12, folat, zat besi, dan zinc. Kekurangan nutrisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan pada jaringan mulut dan meningkatkan kemungkinan munculnya luka pada sebagian orang.
Namun, tidak semua sariawan menandakan kekurangan vitamin atau mineral. Jika keluhan sering kambuh, pemeriksaan medis dapat membantu menentukan apakah terdapat kekurangan zat gizi yang perlu ditangani.
5. Makanan Asam dan Pedas
Jeruk, nanas, makanan bercuka, serta hidangan pedas dapat memicu atau memperparah rasa perih pada sariawan. Pada orang yang sensitif, makanan tertentu juga dapat menjadi pemicu munculnya luka.
Karena itu, seseorang yang sering mengalami sariawan sebaiknya memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan mencatat apakah ada makanan tertentu yang berulang kali memicu keluhan.
Ketika sariawan muncul, menghindari makanan yang terlalu asam, pedas, atau keras dapat membantu mengurangi iritasi selama proses penyembuhan.
6. Penggunaan Kawat Gigi atau Gigi Palsu
Kawat gigi, gigi palsu yang tidak pas, serta permukaan gigi yang tajam dapat menggesek jaringan lunak di dalam mulut.
Gesekan berulang berpotensi menyebabkan luka pada pipi, bibir, atau gusi. Jika sariawan muncul di lokasi yang sama, kondisi alat gigi atau permukaan gigi perlu diperiksa oleh dokter gigi.
Penyesuaian kawat gigi atau gigi palsu dapat membantu mengurangi iritasi yang berulang.
7. Pasta Gigi yang Tidak Cocok
Sebagian orang dapat mengalami iritasi atau kekambuhan sariawan yang berkaitan dengan produk kebersihan mulut tertentu.
Salah satu bahan yang diteliti dalam kaitannya dengan sariawan adalah sodium lauryl sulfate (SLS), yaitu bahan yang digunakan untuk menghasilkan busa dalam sejumlah produk pasta gigi.
Meski demikian, SLS bukan penyebab sariawan pada semua orang. Jika keluhan berulang setelah menggunakan produk tertentu, konsultasikan dengan dokter gigi mengenai alternatif yang sesuai.
8. Perubahan Hormon
Perubahan hormon dapat berhubungan dengan kekambuhan sariawan pada sebagian perempuan, terutama menjelang menstruasi.
Kondisi ini diduga berkaitan dengan perubahan hormonal yang memengaruhi respons jaringan mulut pada individu tertentu. Namun, tidak semua perempuan akan mengalami sariawan akibat perubahan hormon.
Jika sariawan kerap muncul pada waktu yang sama setiap bulan, mencatat waktu kemunculannya dapat membantu mengenali pola yang perlu dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
9. Efek Samping Obat-obatan
Sariawan juga dapat berkaitan dengan penggunaan obat tertentu. Sejumlah obat, termasuk beberapa obat antiinflamasi nonsteroid dan obat lain yang memengaruhi jaringan atau respons tubuh, dilaporkan dapat memicu luka mulut pada sebagian pengguna.
Karena itu, apabila sariawan mulai sering muncul setelah mengonsumsi obat baru, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.
Jangan menghentikan obat yang diresepkan secara sepihak tanpa arahan tenaga kesehatan.
10. Kondisi Kesehatan Tertentu
Sariawan yang berulang atau sulit sembuh terkadang berkaitan dengan kondisi kesehatan yang mendasari, seperti penyakit celiac, penyakit Crohn, atau gangguan peradangan tertentu.
Luka di mulut juga dapat muncul pada beberapa kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Namun, sariawan saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami penyakit tertentu.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan apabila sariawan disertai gejala lain, sering kambuh, berukuran besar, atau berlangsung lebih lama dari biasanya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Kesehatan Penyebab Sariawan Sakit Sariawan


















