Senin, 05/10/2026 13:57 WIB

Hadiri HUT ke-81 TNI, Puan Ingatkan Prajurit Tak Boleh Lupa Rakyat





Situasi geopolitik global yang dinamis menuntut TNI untuk terus menjadi prajurit yang profesional, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi

Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Ist)

 

Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri upacara parade Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10).

Puan mengingatkan seluruh prajurit TNI agar tidak melupakan jati dirinya sebagai kekuatan pertahanan yang lahir dari rakyat dan ditujukan untuk melindungi kepentingan rakyat.

Puan tiba di lokasi upacara dengan menaiki mobil Maung berwarna putih. Kehadirannya disambut Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama para kepala staf angkatan, yakni KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara komandan upacara dipercayakan kepada Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto.

Puan duduk di podium tamu undangan bersama Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua DPD Sultan Najamudin. Sejumlah menteri, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, hingga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Puan menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 TNI kepada seluruh prajurit, keluarga besar TNI, dan para purnawirawan.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia dan seluruh keluarga besar TNI. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk menghargai pengabdian mereka sekaligus memperkuat dukungan negara terhadap kesiapan pertahanan Indonesia,” kata Puan.

Puan menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan pertahanan agar TNI memiliki kemampuan menghadapi berbagai ancaman sekaligus menjaga kemandirian Indonesia dalam menentukan sikap berdasarkan kepentingan nasional.

Menurutnya, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus berjalan seiring dengan kesiapan prajurit dan kemampuan negara mempertahankan kekuatan pertahanan tersebut dalam jangka panjang.

“Situasi geopolitik global yang dinamis menuntut TNI untuk terus menjadi prajurit yang profesional, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.

Namun, Puan mengingatkan bahwa penguatan pertahanan tidak boleh membuat TNI menjauh dari masyarakat. Tema HUT ke-81 TNI, yakni ‘TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur’, menurutnya menegaskan hubungan erat antara kekuatan pertahanan dan rakyat yang dilindungi.

“Sebagai prajurit yang lahir dari rahim rakyat, TNI tidak boleh lupa akan akarnya, yaitu rakyat,” tegas Puan.

“Karena itu, kekuatan TNI harus selalu berpihak kepada rakyat, bangsa, dan negara,” sambung perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI tersebut.

Dalam upacara itu, Presiden Prabowo juga melantik dan mengukuhkan sejumlah satuan baru TNI. Di antaranya enam Komando Daerah Militer (Kodam), Brigif TP, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), serta tiga batalyon bantuan tempur untuk TNI Angkatan Darat.

Penguatan organisasi juga dilakukan di tubuh TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara dengan pembentukan sejumlah satuan baru, termasuk satu Brigif Marinir, empat Yon Marinir, satu Divisi II Korpasgat, satu Brigade Korpasgat, tiga Yon Korpasgat, serta sejumlah satuan pendidikan, udara, dan radar.

Puan berharap pembentukan satuan-satuan baru tersebut benar-benar memperkuat kemampuan TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Dengan berbagai satuan baru ini, kita berharap TNI dapat semakin kuat dalam menjaga rakyat serta kedaulatan NKRI,” ucap Puan.

Di sisi lain, Puan memberikan apresiasi terhadap pengabdian prajurit TNI, termasuk ketika terlibat membantu masyarakat dalam menghadapi bencana maupun kondisi darurat.

Menurutnya, pengabdian tersebut harus didukung koordinasi yang jelas dan dukungan pemerintah sesuai mandat penugasan agar bantuan kepada masyarakat berjalan efektif tanpa mengurangi kesiapan pertahanan.

Puan juga meminta negara terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarganya.

“Kepastian kesejahteraan, pelayanan kesehatan, dan dukungan bagi keluarga merupakan bagian dari tanggung jawab negara terhadap mereka yang menjalankan pengabdian,” jelas mantan Menko PMK itu.

“Pendidikan, latihan, pemeliharaan, dan kesejahteraan prajurit harus memperoleh perhatian bersama agar investasi pertahanan menghasilkan kemampuan yang dapat diandalkan,” sambungnya.

Puan menambahkan, kedekatan TNI dengan rakyat harus terus dijaga melalui pengabdian yang menghormati hukum, melindungi keselamatan masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik.

“Teruslah menjadi kekuatan pertahanan yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia!” tutup Puan.

 

 

 

KEYWORD :

Ketua DPR Puan Maharani HUT TNI kepentingan rakyat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :