Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono (Foto: Kemenlu)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan perhatian utama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyuarakan kepentingan dunia Islam, terutama kemerdekaan Palestina.
Hal tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam Pertemuan Koordinasi Tahunan Menteri Luar Negeri OKI di sela-sela High-level Week Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, Kamis, sebagaimana keterangan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jumat (26/9).
"Persatuan di antara negara-negara anggota OKI akan memperkuat solidaritas dan kerja sama untuk menyuarakan kepentingan dunia Islam," kata Menlu Sugiono.
Menlu mengatakan kekerasan yang masih dihadapi rakyat Palestina di Gaza serta perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur oleh Israel terus menghambat upaya mewujudkan solusi dua negara.
Berlanjutnya situasi tersebut, menurut Menlu, tidak terlepas dari belum adanya akuntabilitas atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh Israel
Ketiadaan konsekuensi memungkinkan pelanggaran terus terjadi, dengan dampak yang semakin meluas hingga mengancam stabilitas kawasan.
"Hukum internasional harus ditegakkan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran harus dimintai pertanggungjawaban," kata Menlu Sugiono.
Di tengah semakin luasnya pengakuan internasional terhadap Palestina, Indonesia mendorong OKI untuk menggunakan momentum tersebut untuk memperkuat koordinasi dan kesatuan dalam menyuarakan perdamaian yang berkelanjutan di Palestina.
Lebih lanjut ia mengatakan Indonesia mendorong implementasi Peta Jalan Perdamaian di Gaza yang harus turut memperkuat persatuan nasional dan kapasitas Pemerintahan Palestina.
"Upaya perdamaian perlu berjalan seiring dengan penguatan kemampuan rakyat Palestina dalam menentukan dan mengelola masa depannya sendiri," kata Menlu Sugiono.
Ia juga menyoroti pentingnya peran lebih luas OKI dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Dengan hampir dua miliar masyarakat Muslim di seluruh dunia, Menlu RI menilai OKI memiliki kekuatan kolektif yang signifikan untuk turut membentuk sistem internasional yang lebih inklusif, termasuk melalui reformasi PBB.
Pertemuan tersebut turut membahas sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama negara-negara anggota OKI.
Pada kesempatan tersebut, negara-negara anggota OKI juga menyampaikan ucapan selamat dan dukungan kepada Sekretaris Jenderal OKI periode 2026-2031 Ismail Ould Cheikh Ahmed, yang terpilih pada Konferensi Tingkat Menlu Luar Biasa OKI di Jeddah 27 Agustus 2026. (Ant)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menlu RI Menlu Sugiono Kemitraan Strategis Organisasi Kerja Sama Islam Kemerdekaan Palestina













