Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal (Foto: SPA)
Jakarta, Jurnas.com - Arab Saudi, Pakistan, dan Turki menyiapkan pertemuan mendesak para kepala staf militer untuk membahas dukungan terhadap Riyadh di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan.
Pembahasan itu dilakukan para menteri luar negeri ketiga negara dalam pertemuan di New York, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan di kantor Perwakilan Tetap Arab Saudi untuk PBB di New York.
Ketiganya membahas persiapan pertemuan para kepala staf militer yang akan mengkaji mekanisme dukungan kepada Arab Saudi sesuai komitmen dalam Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah.
Dalam kesepakatan tersebut, serangan terhadap salah satu negara pihak dipandang sebagai serangan terhadap seluruh pihak.
Pembahasan para menteri luar negeri tersebut menjadi bagian dari langkah lanjutan untuk menjalankan mekanisme kerja sama pertahanan tiga negara.
Selain membicarakan pertemuan kepala staf militer, mereka juga meninjau persiapan pembentukan struktur kerja yang diperlukan dalam pelaksanaan perjanjian pertahanan tersebut.
Dalam pertemuan itu, ketiga menteri mengecam keras serangan yang berupaya menyasar Makkah serta fasilitas sipil dan ekonomi di Arab Saudi.
Mereka juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, hubungan bertetangga yang baik, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
Selain aspek pertahanan, para menteri membahas perkembangan terbaru di kawasan dan menekankan pentingnya menjaga keamanan serta kebebasan navigasi maritim.
Isu tersebut menjadi perhatian di tengah ketegangan regional yang turut berdampak pada jalur pelayaran dan keamanan kawasan. Arab Saudi, Pakistan, dan Turki sebelumnya telah membangun mekanisme kerja sama pertahanan melalui Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah yang disepakati pada Agustus 2026.
Ketiga negara juga menegaskan kembali komitmen untuk mendorong perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan. Mereka mendukung upaya meredakan ketegangan serta penyelesaian damai terhadap berbagai krisis yang masih berlangsung.
Pertemuan di New York tersebut menunjukkan bahwa pembahasan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah tidak hanya berlangsung pada tingkat diplomatik, tetapi juga mulai diarahkan pada koordinasi melalui struktur pertahanan tiga negara.
Langkah berikutnya adalah pertemuan para kepala staf militer Arab Saudi, Pakistan, dan Turki untuk membahas bentuk dukungan terhadap Riyadh sesuai mekanisme yang disepakati dalam perjanjian tersebut. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Arab Saudi Pakistan dan Turki Pertemuan Militer Mendesak
























