Pemilik OGC Nice, Sir Jim Ratcliffe (Foto: talkSPORT)
Manchester, Jurnas.com - Pemilik sebagian saham Manchester United (MU), Sir Jim Ratcliffe, kembali menuai gelombang kecaman keras usai melayangkan komentar kontroversial mengenai isu imigrasi dan kondisi Britania Raya.
Pernyataan bos INEOS tersebut memicu aksi protes keras dari Kelompok Suporter Muslim Manchester United (Manchester United Muslim Supporters` Club/MUMSC) yang menerbitkan mosi tidak percaya, dan mendesak Ratcliffe serta keluarga Glazer untuk pergi dari klub.
Dalam wawancara di program Big Boss Interview milik BBC, miliarder asal Inggris itu menyebut bahwa Britania Raya berada dalam kemunduran, dan mengambinghitamkan masalah imigrasi serta tunjangan sosial sebagai penyebab utamanya.
"Dulu kita memiliki kekaisaran terbesar di dunia, kita adalah bangsa yang hebat. Kita memenangkan dua perang dunia. Kita adalah orang-orang baik dan jujur, tetapi sayangnya saat ini saya pikir Inggris sedang dalam kemunduran," kata Ratcliffe sebelumnya.
"Sangat sulit melihat bagaimana kita bisa menghentikannya. Tidak ada orang yang cukup tegas untuk menangani masalah imigrasi. Tidak ada yang cukup tegas untuk menangani masalah tunjangan sosial. Namun seseorang harus melakukannya," dia menambahkan.
Pernyataan tersebut direspons secara tajam oleh MUMSC melalui surat terbuka. Kelompok suporter ini mengutuk pandangan Ratcliffe dan menilai pendiri INEOS tersebut tidak belajar dari kesalahan masa lalu, mengingat pada Februari lalu Ratcliffe juga sempat memicu kontroversi usai menyebut Inggris dijajah imigran.
"Pemain, staf, petugas, tim keamanan, dan suporter kami berasal dari berbagai negara, budaya, etnis, agama, dan latar belakang yang berbeda. Manchester United tidak akan menjadi Manchester United tanpa mereka," bunyi pernyataan MUMSC dikutip dari talkSPORT pada Sabtu (19/9).
Agbonlahor Sebut MU Kena Karma dan Layak Kalah
"Keberagaman bukanlah kelemahan Manchester United, melainkan bagian dari Manchester United itu sendiri. Latar belakang berbeda. Keyakinan berbeda. Politik berbeda. Satu Manchester United," MUMSC menambahkan.
Kelompok tersebut juga menyoroti kebijakan kontroversial Ratcliffe sejak mengambil alih saham pada Februari 2024, mulai dari kenaikan harga tiket musiman, pemangkasan anggaran staf, hingga performa buruk tim di lapangan yang baru saja tersingkir secara menyakitkan dari Piala Carabao saat menghadapi Brighton.
"Manchester United secara emosional bukan milik dana investasi, pemegang saham, atau miliarder. Klub ini milik generasi suporter yang mewarisinya. Setelah bertahun-tahun mengalami penurunan, janji yang terabaikan, dan kegagalan berulang, Manchester United Muslim Supporters` Club telah kehilangan kepercayaan terhadap struktur kepemilikan Manchester United saat ini. Sudah cukup. Saatnya untuk perubahan. Keluarga Glazer dan Sir Jim Ratcliffe harus pergi," tegas MUMSC.
Tekanan politik internal ini kian memperkeruh situasi Manchester United di lapangan. Setan Merah saat ini masih tercecer di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Premier, usai hanya mengemas empat poin dari empat pertandingan awal, menjelang laga krusial menghadapi Fulham pada Minggu (20/9) ini.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Sir Jim Ratcliffe Manchester United Kelompok Suporter MUMSC Isu Imigran Inggris
















