Senin, 07/09/2026 01:43 WIB

Hari Kesadaran Duchenne Sedunia 7 September, Ini Sejarah hingga Maknanya





Setiap tanggal 7 September, masyarakat global memperingati Hari Kesadaran Duchenne Sedunia atau World Duchenne Awareness Day.

Ilustrasi - Hari Kesadaran Duchenne Sedunia setiap 7 September, ini sejarah hingga maknanya (Foto: Vahan/ Adobe Stock)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 7 September, masyarakat global, komunitas medis, dan organisasi kesehatan bersama-sama merayakan Hari Kesadaran Duchenne Sedunia atau World Duchenne Awareness Day.

Peringatan tahunan ini difokuskan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai Duchenne Muscular Dystrophy (DMD) dan Becker Muscular Dystrophy (BMD), yakni penyakit genetik langka yang menyebabkan penurunan fungsi otot secara bertahap dan progresif.

Secara historis, nama penyakit ini diambil dari dokter saraf asal Prancis, Dr. Guillaume Benjamin Amand Duchenne, yang pertama kali mendeskripsikan kondisi klinis tersebut secara terperinci pada era 1860-an.

Kendati gejalanya telah diidentifikasi lebih dari satu abad lalu, tingkat kesadaran masyarakat mengenai tantangan hidup para penderita masih relatif rendah.

Kondisi ini mendasari World Duchenne Organization (WDO) untuk menginisiasi peringatan Hari Kesadaran Duchenne Sedunia secara resmi sejak tahun 2014.

Pemilihan tanggal 7 September sendiri memiliki makna ilmiah yang mendalam, di mana kombinasi angka 7 dan 9 merepresentasikan 79 ekson yang membentuk gen dystrophin.

Mutasi atau penghilangan salah satu ekson pada gen inilah yang menyebabkan tubuh penderita gagal memproduksi protein dystrophin, yaitu elemen kunci penjaga keutuhan sel otot.

DMD merupakan salah satu kelainan genetik yang mayoritas menyerang anak laki-laki karena keterkaitannya dengan mutasi pada kromosom X.

Penyakit ini memengaruhi ratusan ribu anak di seluruh dunia dengan gejala awal yang umumnya muncul pada usia balita. Pada fase awal, anak sering kali mengalami keterlambatan kemampuan berjalan, mudah terjatuh, serta kesulitan untuk bangkit dari posisi duduk.

Seiring bertambahnya usia, kelemahan otot akan terus meluas hingga sebagian besar penderita membutuhkan bantuan kursi roda di usia remaja awal, sebelum akhirnya berdampak pada fungsi organ vital seperti paru-paru dan jantung.

Melalui peringatan ini, komunitas internasional terus menyuarakan pentingnya deteksi dini agar intervensi medis dapat dilakukan secepat mungkin.

Selain mendorong advokasi kesehatan, momen ini menjadi panggung solidaritas global untuk memperjuangkan aksesibilitas fasilitas publik yang inklusif, keterjangkauan terapi medis, serta dukungan dana bagi riset terapi genetik.

Penyinaran lampu bernuansa merah pada berbagai landmark dunia setiap tanggal 7 September menjadi simbol harapan agar para penderita DMD dapat memperoleh kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

KEYWORD :

Hari Kesadaran Duchenne Sedunia 7 September Peringatan Internasional Bulan September




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :