Jum'at, 04/09/2026 20:06 WIB

Dewan Pers Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Gagasan di Era Digital





Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat mendorong generasi muda Indonesia agar tidak hanya berhenti sebagai pembuat konten, namun tumbuh menjadi pencipta gagasan.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat dalam pembukaan Generasi Indonesia Bertutur di Epicentrum XXI (Foto: Habib/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat mendorong generasi muda Indonesia agar tidak hanya berhenti sebagai pembuat konten, melainkan harus mampu tumbuh menjadi pencipta gagasan di tengah pesatnya era disrupsi digital.

Di era disrupsi saat ini, kata dia, kecerdasan artifisial dan media sosial telah mengubah cara manusia memahami realitas. Meski perubahan terjadi jauh lebih cepat dari kemampuan manusia memahaminya, ia menekankan agar generasi muda tidak perlu takut.

Di tengah masifnya produksi konten saat ini, Komaruddin mengingatkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan kuantitas konten atau informasi yang viral, tetapi pemikiran yang bermutu dan informasi yang benar serta bermakna.

"Di sinilah pers seperti Tutur dan ribuan media lain di Indonesia memiliki peran yang tidak tergantikan. Pers bukan hanya industri yang memproduksi berita, melainkan institusi yang menjaga masyarakat agar dapat membedakan fakta dari manipulasi," kata Komarudin Hidayat dalam pembukaan Generasi Indonesia Bertutur di Epicentrum XXI, Jumat (4/9).

Forum Generasi Indonesia Bertutur sendiri digelar oleh Tutur Media Digital guna menghadirkan kejernihan informasi di tengah kebingungan narasi publik.

Presiden Komisaris Tutur Media Digital, Don Bosco Selamun, menyampaikan bahwa masyarakat saat ini tengah menghadapi "penyakit" berupa kebingungan sosial akibat paparan berbagai informasi yang tidak tersaring dengan baik.

"Saat ini salah satu penyakit kita adalah confusing menghadapi media, confusing menghadapi berbagai informasi. Ini adalah salah satu penyakit yang kita sekarang hadapi," ujar Bando di Jakarta, Jumat (4/9).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan bertutur ini sengaja dirancang untuk terus berlanjut dengan menyampaikan gagasan-gagasan yang murni dan objektif, meskipun membahas persoalan dari sudut pandang yang sederhana.

Menurutnya, wadah ini bukanlah ajang debat atau diskusi biasa, melainkan tempat bagi mahasiswa, dosen, serta wirausahawan untuk menyerap kejernihan berpikir dari para tokoh bangsa. Ia menekankan bahwa meskipun forum ini berskala kecil, nilai penting dan dampak yang dihasilkan bagi masyarakat haruslah besar (big in significance).

"Banyak sekali impact itu bukan karena datang dari massa kerumunan, tapi ide besar kadang datang dari tempat yang sunyi," ujar dia.

Don Bosco juga menilai masyarakat tidak selalu membutuhkan narasi yang panjang dan spektakuler, melainkan penuturan sederhana tetapi jernih yang dapat membantu publik memahami suatu persoalan. Karena itu, Generasi Indonesia Bertutur tidak diarahkan untuk selalu menghadirkan isu-isu besar.

"Kita mau menyampaikan narasi yang bening walaupun sepotong narasi, tidak perlu banyak. Walaupun sebuah angle yang juga tampak sederhana, tidak perlu sesuatu yang luar biasa, yang penting jernih," katanya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri berbagai pembicara mulai dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon, mantan Ketua KPK Abraham Samad, hingga Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat.

KEYWORD :

Generasi Indonesia Bertutur Ketua Dewan Pers Don Bosco Selamun Komaruddin Hidayat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :