Kamis, 27/08/2026 17:42 WIB

Keluarga Korban Banjir Nepal Pasrah Tunggu Kepastian





Suasana haru dan cemas mewarnai koridor Rumah Sakit Bir di Kathmandu pada Kamis (27/8/2026), ketika pihak keluarga berkumpul untuk mencari informasi

Keluarga korban banjir Nepal mencari informasi (Foto: Reuters)

Kathmandu, Jurnas.com - Suasana haru dan cemas mewarnai koridor Rumah Sakit Bir di Kathmandu pada Kamis (27/8/2026), ketika pihak keluarga berkumpul untuk mencari informasi mengenai kerabat mereka yang hilang pascabencana banjir bandang dahsyat di perbatasan Nepal-Tibet.

Data terbaru kepolisian Nepal mencatat sedikitnya 177 jenazah telah dievakuasi, sementara otoritas China mengonfirmasi tiga korban tewas di wilayah Tibet.

Bencana yang dipicu runtuhnya gletser ini menghasilkan gelombang air dan lumpur masif yang menerjang sepanjang aliran Sungai Bhote Koshi dan Trishuli, merusak kawasan pemukiman hingga radius lebih dari 160 kilometer ke arah selatan menuju Chitwan di dekat perbatasan India.

Subash Khatani, salah satu warga yang berada di Rumah Sakit Bir, terus menyisir daftar korban untuk mencari kabar kakak laki-lakinya, Ram Sharan Rasaili, yang hilang di Distrik Rasuwa, wilayah pertama yang dihantam banjir.

"Kakak saya termasuk di antara mereka yang hilang di Rasuwa. Karena itulah kami keluar untuk mencarinya," ujar Khatani dikutip dari Arab News.

Hal serupa dialami Chitra Bahadur Nepali, yang kehilangan kontak dengan keponakannya, Yubraj Sewak, seorang pengemudi yang sedang melintas menuju Rasuwa saat bencana terjadi pada Rabu pagi. Namanya hingga kini belum terdaftar di posko informasi manapun.

Badan penanggulangan bencana Nepal mengonfirmasi bahwa sebanyak 823 orang masih hilang atau putus kontak, termasuk 579 wisatawan domestik maupun asing. Sementara itu di wilayah Tibet, media pemerintah China melaporkan 558 orang masih dalam pencarian, dengan 260 di antaranya merupakan warga negara asing.

Laporan US Geological Survey mengindikasikan bahwa runtuhnya batuan gletser dan es menjadi pemicu utama getaran seismik serta luapan banjir bandang di kawasan pegunungan tersebut.

Pihak Rumah Sakit Bir menyatakan komitmennya untuk memberikan layanan medis gratis bagi seluruh korban selamat dan telah mensyiapkan fasilitas tambahan guna menangani lonjakan pasien rujukan dari wilayah terdampak.

KEYWORD :

Banjir Bandang Nepal Bencana Sungai Himalaya Longsor Gletser Tibet




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :