Ilustrasi peta Selat Hormuz (Foto: Aljazeera)
Tokyo, Jurnas.com - Jepang mendukung rencana pengembangan jalur pipa alternatif di Timur Tengah guna meningkatkan ketahanan energi menyusul konflik yang melibatkan Iran.
Sebelum konflik meletus pada bulan Februari lalu, ekonomi terbesar keempat di dunia ini sangat bergantung pada impor minyak mentah yang harus melewati Selat Hormuz, jalur vital yang kini praktis lumpuh.
Menurut harian lokal Jepang, Nikkei, Tokyo akan membantu inisiatif Arab Saudi dan negara-negara kawasan lainnya untuk memperluas serta membangun rute baru pengiriman minyak mentah yang dapat melewati jalur perairan tersebut.
Jepang sebelumnya telah menggunakan cadangan minyak nasionalnya guna mengatasi masalah pasokan serta meningkatkan impor dari negara lain, termasuk Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan NHK, rapat kabinet pemerintah dijadwalkan memutuskan sejumlah langkah tambahan pada Rabu (26/8), termasuk inisiatif cadangan khusus minyak mentah untuk memproduksi nafta, yakni produk sampingan minyak yang digunakan secara luas di berbagai sektor industri.
Pemerintah juga diperkirakan akan menyerukan maksimalisasi penggunaan tenaga nuklir, serta memberikan dukungan bagi pengembangan sel surya perovskite generasi baru.
Sebagian untuk memenuhi proyeksi lonjakan permintaan listrik dari sektor kecerdasan buatan, Jepang sebelumnya telah bergerak untuk menghidupkan kembali sektor tenaga nuklirnya, 15 tahun pascainsiden bencana Fukushima.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Krisis Minyak Global Jalur Pipa Minyak Blokade Selat Hormuz

























