Sebuah kapal tanker minyak berlayar melalui Selat Hormuz (Foto: Mohammed Aty/Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Iran disebut telah menyampaikan syaratnya terkait pengelolaan dan keamanan Selat Hormuz kepada Amerika Serikat melalui Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir.
Informasi tersebut dilaporkan media semi-resmi Iran, Tasnim, pada Selasa, mengutip sumber yang dekat dengan tim perunding Iran. Munir sebelumnya berkunjung ke Teheran pada Senin dan bertemu sejumlah pejabat tinggi Iran.
Menurut sumber tersebut, kunjungan Munir bukan untuk menyampaikan ancaman, melainkan membawa posisi Iran kepada pihak Pakistan sekaligus membuka kemungkinan bagi pembicaraan lebih lanjut.
Posisi Teheran, menurut laporan Tasnim, disampaikan secara jelas dalam pertemuan yang dihadiri Munir.
Salah satu syarat utama Iran adalah meminta Amerika Serikat kembali pada Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad dan menjalankan seluruh ketentuan yang telah disepakati.
Teheran secara khusus meminta pelaksanaan Pasal 5 MoU, yang mengatur persoalan terkait Selat Hormuz.
Pasal tersebut mencakup komitmen Iran untuk memastikan keselamatan pelayaran kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz. Iran juga disebut berkewajiban berkonsultasi dengan Oman mengenai pengelolaan masa depan selat tersebut, termasuk layanan maritim.
Isu Selat Hormuz menjadi salah satu titik utama yang menghambat pelaksanaan kesepakatan antara Iran dan AS.
Kesepakatan tersebut sebelumnya tercapai melalui mediasi Pakistan dan Qatar pada pertengahan Juni. Namun, implementasinya kemudian terhenti akibat perbedaan pandangan, terutama mengenai pengaturan pelayaran di Selat Hormuz.
Dalam kunjungannya ke Teheran pada Senin, Asim Munir bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, serta Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei.
Kunjungan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Pada akhir Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran. Teheran kemudian merespons dengan menyerang Israel serta sejumlah target militer AS di kawasan.
Pada pertengahan Juni, Washington dan Teheran mencapai MoU dengan bantuan mediasi Pakistan dan Qatar. Namun, kesepakatan itu tidak berjalan sesuai rencana setelah muncul perselisihan terkait implementasi dan pengaturan Selat Hormuz.
Bulan lalu, AS kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran. Teheran kemudian merespons dengan menyerang aset militer AS di sejumlah negara Arab yang bersekutu dengan Washington. (*)
Sumber: Anadolu
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pemerintah Iran Selat Hormuz Amerika Serikat



























