Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Celal Gunes/AA/Anadolu)
Washington, Jurnas.com - Dinas Rahasia Amerika Serikat (AS) menyelidiki ancaman pembunuhan terhadap anak bungsu Presiden Donald Trump, Barron Trump, yang muncul di televisi pemerintah Iran.
"US Secret Service menyadari keberadaan video tersebut dan menyelidiki segala hal yang dapat dianggap sebagai ancaman terhadap pihak-pihak yang kami lindungi," kata juru bicara Secret Service, Nate Herring dikutip dari Arab News pada Rabu (26/8.
"Demi alasan keamanan operasional, kami tidak mendiskusikan masalah intelijen perlindungan," dia menambahkan.
Video berdurasi tiga menit yang ditayangkan stasiun TV pemerintah Iran tersebut mengulas rencana potensi pembunuhan terhadap Barron Trump, yang kini berusia 20 tahun.
Video tersebut mengklaim bahwa dia terus dipantau, serta menyebutkan adanya imbalan sebesar USD$10 juta bagi siapa saja yang berhasil membunuh anak bungsu Trump tersebut.
Ketegangan retorika antara Washington dan Teheran terus meningkat di tengah konflik bersenjata yang telah berlangsung hampir enam bulan, sejak serangan dimulai oleh AS dan Israel pada Februari lalu.
Sebelumnya, laporan mengindikasikan bahwa AS telah menerima beberapa peringatan dari intelijen Israel sepanjang tahun lalu terkait niat Iran untuk mengincar nyawa Trump, termasuk sebelum aksi penyamaran pesawat Air Force One di Turki.
Sementara itu, Presiden Trump dalam beberapa kesempatan menggambarkan dirinya sebagai sasaran utama dalam daftar target pembunuhan pihak Iran.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pembunuhan Barron Trump Dinas Rahasia AS Perang AS vs Iran

























