Kamis, 20/08/2026 15:09 WIB

Sukses Tekan Melanoma, Obat Kanker mRNA Masuk Uji Akhir





Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Merck dan Moderna, mengumumkan bahwa terapi kanker individual yang berhasil mengurangi risiko kambuhnya melanoma

Perusahaan kesehatan Moderna dan Merck (Foto: Arab News)

Washington, Jurnas.com - Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Merck dan Moderna, mengumumkan bahwa terapi kanker individual yang mereka kembangkan berhasil mengurangi risiko kambuhnya tumor melanoma dalam uji klinis tahap akhir.

Kabar tersebut memicu lonjakan saham Moderna hingga 145 persen menjadi 154 dolar AS, sementara saham Merck meningkat lebih dari 12 persen menjadi 152 dolar AS.

Obat `intismeran autogene` ini mengandalkan teknologi messenger RNA (mRNA), serupa dengan teknologi yang digunakan pada vaksin COVID-19.

Para peneliti telah bertahun-tahun berupaya mengaplikasikan teknologi mRNA untuk menangani penyakit kanker, namun ini merupakan kali pertama obat berbasis mRNA menunjukkan hasil positif dalam uji klinis skala besar di tahap akhir.

"Hari ini menandai pencapaian luar biasa bagi Moderna, bagi sains mRNA, dan yang terpenting, bagi para pasien kanker," ujar CEO Moderna Stephane Bancel dalam sebuah pernyataan resmi, dikutip dari Arab News pada Kamis (20/8).

Uji klinis tersebut berlangsung selama kurang lebih satu tahun dan melibatkan 1.137 pasien. Setelah menjalani pembedahan untuk mengangkat kanker, para pasien dibagi secara acak ke dalam beberapa kelompok.

Sebanyak dua pertiga pasien menerima penanganan gabungan antara obat baru tersebut dan pembrolizumab, standar pengobatan saat ini. Sementara sisanya hanya menerima pembrolizumab.

Pihak perusahaan menyatakan bakal mempresentasikan data hasil uji klinis tersebut pada konferensi internasional mendatang serta segera mengajukan permohonan persetujuan kepada lembaga regulator.

Pakar onkologi dan asisten profesor di University of Oxford yang tidak terlibat dalam uji klinis tersebut, Lennard Lee, menilai hasil penelitian ini menjadi kabar bahagia dalam pengobatan kanker.

"Kita kini menantikan untuk melihat data selengkapnya," ujar Lee.

Sementara itu, pakar onkologi dari Barts Cancer Institute London, Profesor Marco Gerlinger, menyebutkan bahwa selain menjadi kabar baik bagi penderita melanoma, temuan ini merupakan bukti konsep bahwa vaksin kanker individual bekerja secara efektif.

"Saya pikir tepat untuk menyebutnya sebagai terobosan dalam pengembangan imunoterapi kanker baru," ujar Gerlinger.

Metode pengobatan ini bekerja dengan cara mengambil sampel tumor pasien untuk mengidentifikasi sidik jari atau pola mutasi uniknya, lalu memanfaatkan teknologi mRNA guna melatih tubuh melawannya.

Teknologi mRNA menggunakan instruksi molekuler sintetis yang dibungkus dalam gelembung lemak mikro untuk masuk ke dalam sel secara sementara, memicu sel memproduksi target yang melatih sistem kekebalan tubuh.

Melanoma merupakan salah satu jenis kanker kulit paling mematikan, dengan lebih dari 330.000 kasus baru terdiagnosis di seluruh dunia pada 2022.

KEYWORD :

Obat Kanker Berbasis mRNA Uji Klinis Kanker Pengobatan Melanoma Baru




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :