Selasa, 18/08/2026 22:39 WIB

Hari Orangutan Sedunia Setiap 19 Agustus, Ini Tujuan hingga Maknanya





Setiap 19 Agustus, masyarakat global memperingati Hari Orangutan Sedunia (World Orangutan Day).

Hari Orangutan Sedunia - Orangutan Tapanuli, spesies kera besar paling langka di dunia (Foto: Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 19 Agustus tidak hanya menjadi momentum bersejarah bagi dunia kemanusiaan dan seni fotografi, tetapi juga menjadi panggung penting bagi upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Setiap tahunnya, masyarakat global memperingati Hari Orangutan Sedunia (World Orangutan Day) sebagai bentuk kepedulian terhadap salah satu kera besar endemik yang kini berada di ambang kepunahan.

Orangutan merupakan satu-satunya spesies kera besar yang hidup di Asia, di mana habitat aslinya terpusat di kawasan hutan hujan tropis Sumatra dan Kalimantan (Indonesia serta Malaysia).

Melalui peringatan ini, berbagai lembaga konservasi lingkungan global menyuarakan pesan mendesak mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan hidup mamalia arboreal ini.

Peringatan Hari Orangutan Sedunia digagas dengan beberapa tujuan utama yang berfokus pada penyelamatan ekosistem dan satwa:

- Meningkatkan Kesadaran Publik Global: Mengenalkan ancaman nyata yang dihadapi orangutan, mulai dari deforestasi, perburuan liar, hingga perdagangan satwa ilegal.

- Mendorong Perlindungan Habitat: Mengampanyekan penghentian konversi hutan alam secara masif guna memastikan orangutan tetap memiliki - koridor hidup dan sumber pakan yang cukup.

- Mendukung Upaya Rehabilitasi dan Reintroduksi: Menggalang dukungan moral maupun finansial bagi pusat-pusat rehabilitasi yang merawat orangutan korban konflik atau pemeliharaan ilegal sebelum dilepasliarkan kembali ke alam bebas.

Peringatan ini menyimpan makna mendalam, tidak hanya bagi keselamatan orangutan itu sendiri, melainkan bagi keseimbangan ekosistem bumi secara keseluruhan.

1. Orangutan sebagai "Petani Hutan" (Gardener of the Forest)

Orangutan memegang peran kunci (keystone species) dalam menjaga kesehatan hutan hujan tropis. Dalam aktivitas sehari-harinya konsumsi buah-buahan, orangutan membantu menyebarkan biji-bijian ke berbagai penjuru hutan.

Tanpa keberadaan orangutan, regenerasi alami pohon-pohon besar penghasil oksigen di hutan Sumatra dan Kalimantan akan terganggu secara signifikan.

2. Indikator Kesehatan Ekosistem dan Mitigasi

Iklim Hutan hujan tropis yang menjadi rumah orangutan merupakan salah satu penyerap emisi karbon terbesar di dunia.

Menjaga habitat orangutan berarti secara langsung mempertahankan tutupan hutan yang krusial untuk menekan laju perubahan iklim global.

Kehadiran populasi orangutan yang sehat menjadi indikator utama bahwa ekosistem hutan tersebut masih lestari.

3. Panggilan Aksi untuk Generasi Mendatang

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa tiga spesies orangutan yang ada, Orangutan Sumatra (Pongo abelii), Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), dan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), saat ini dikategorikan Kritis (Critically Endangered) oleh IUCN.

Peringatan 19 Agustus menegaskan tanggung jawab bersama manusia untuk memastikan keberadaan mereka tidak sekadar menjadi catatan sejarah bagi generasi mendatang.

KEYWORD :

Hari Orangutan Sedunia 19 Agustus Peringatan Internasional Bulan Agustus




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :