Anggota DPR RI Fraksi PKS, Saadiah Uluputty. (Foto: Dok. Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Anggota DPR RI Saadiah Uluputty mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pekerjaan Umum (PU), khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), dalam mengantisipasi potensi luapan Sungai Wae Ela yang selama ini mengancam permukiman warga saat musim hujan.
Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah telah memberikan rasa aman bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan ancaman banjir pascabencana longsor di kawasan tersebut.
“Saya mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, yang selama ini terus memberikan perhatian terhadap kawasan Wae Ela dan sigap mengantisipasi potensi luapan air ke rumah-rumah warga ketika musim penghujan. Perhatian seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Saadiah dalam keterangannya, Jumat (10/7).
Meski demikian, Politikus PKS itu menegaskan penanganan jangka panjang harus diwujudkan melalui penyelesaian pembangunan Bendungan Wae Ela yang hingga kini belum terealisasi setelah terhenti sejak bencana longsor sekitar 13 tahun lalu.
Karena itu, Saadiah berharap penunjukan Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw sebagai Direktur Jenderal SDA oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjadi momentum baru untuk mempercepat penyelesaian proyek strategis tersebut.
“Saya mendorong Bapak Arnold Ritiauw sebagai Dirjen Sumber Daya Air untuk menyelesaikan pembangunan Bendungan Wae Ela yang sudah mandek selama 13 tahun pasca bencana. Kelanjutan pembangunan ini menjadi harapan masyarakat Maluku,” ujarnya.
Saadiah menjelaskan Bendungan Wae Ela memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pengendali banjir dan mitigasi bencana, tetapi juga sebagai penyedia air baku bagi masyarakat Kota Ambon dan wilayah sekitarnya.
Menurut dia, potensi air yang berasal dari kawasan pegunungan mampu menjadi sumber air bersih jangka panjang. Selain itu, kawasan bendungan juga dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Dulu Bendungan Wae Ela pernah diwacanakan menjadi pusat penyediaan air bersih bagi masyarakat Kota Ambon. Kini kawasan itu juga menjadi tujuan wisata masyarakat Maluku dan sudah saatnya dikembangkan kembali oleh pemerintah,” tuturnya.
Selain meminta percepatan pembangunan bendungan, Saadiah juga mendesak pemerintah memprioritaskan normalisasi Sungai Wae Ela melalui pengerukan sedimen dan material longsoran yang masih menutup aliran sungai.
“Pengerukan sedimen dan material batu yang menutup aliran Sungai Wae Ela juga perlu menjadi prioritas agar fungsi sungai dapat kembali optimal,” katanya.
Saadiah menambahkan, berdasarkan kajian para ahli, struktur tanah di kawasan Wae Ela kini dinilai semakin stabil setelah sekitar 13 tahun pascabencana. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi waktu yang tepat bagi pemerintah untuk melanjutkan pembangunan bendungan.
“Pasca bencana sudah memasuki 13 tahun. Artinya struktur tanah mulai kembali menguat dan ini menjadi waktu yang tepat bagi pemerintah untuk melanjutkan pembangunan Bendungan Wae Ela,” pungkasnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Politikus PKS Saadiah Uluputty Bendungan Wae Ela Kementerian PU






















