Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah saat menerima audiensi Kepala ANRI, Mego Pinandito, beserta jajaran di Ruang Rapat Pimpinan Fraksi PKS DPR RI, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Foto: Humas Fraksi PKS)
Jakarta, Jurnas.com - Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, mendukung langkah Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengintegrasikan arsip nasional ke dalam pembelajaran sejarah di sekolah sebagai upaya memperkuat literasi sejarah generasi muda.
Dukungan tersebut disampaikan Ledia saat menerima audiensi Kepala ANRI, Mego Pinandito, beserta jajaran di Ruang Rapat Pimpinan Fraksi PKS DPR RI, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, belum lama ini.
Menurut Anggota Komisi X DPR RI itu, pembelajaran sejarah perlu disesuaikan dengan karakter generasi saat ini. Karena itu, arsip sebagai sumber primer dinilai perlu dikemas secara kreatif melalui pendekatan digital dan interaktif agar lebih mudah dipahami siswa.
“Pendekatan yang paling nempel memang kepada anak-anak sekolah, tetapi gaya belajar anak-anak sekarang sudah berbeda. Karena itu kita perlu memikirkan cara-cara yang lebih kreatif agar sejarah menjadi hidup dan menarik, dengan sumber yang valid dari Arsip Nasional,” kata Ledia Dalam keterangan resminya, Senin (6/7).
Ia menilai, kekayaan arsip nasional tidak semestinya hanya menjadi dokumen yang tersimpan di ruang penyimpanan, melainkan harus dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pengetahuan.
Ledia bahkan mengusulkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), lomba literasi, hingga kolaborasi dengan Badan Bahasa agar siswa dapat mengembangkan narasi berdasarkan foto maupun dokumen sejarah.
“Arsip Nasional jangan sampai hanya dipersepsikan sebagai gudang dokumen lama. Di dalamnya tersimpan pengetahuan yang luar biasa. Kalau kita bisa mengangkatnya menjadi pembelajaran yang menarik, anak-anak akan memahami sejarah dari sumber yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala ANRI Mego Pinandito mengatakan lembaganya tengah mengembangkan program integrasi arsip ke dalam pembelajaran sejarah, khususnya bagi siswa SMA. Arsip akan dikurasi secara tematis dan disajikan dalam berbagai format, mulai dari dokumen, foto, audiovisual hingga pameran digital yang dapat diakses melalui platform pembelajaran.
“Kami ingin arsip-arsip yang berisi sejarah perjuangan bangsa, budaya, dan perjalanan Indonesia dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat. Salah satu cara tercepat adalah mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran sejarah di sekolah dengan model yang lebih menarik bagi siswa,” ujar Mego.
Selain itu, ANRI juga tengah menyiapkan program crowdsourcing yang melibatkan masyarakat untuk ikut menarasikan arsip-arsip sejarah sehingga pemanfaatannya semakin inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Audiensi tersebut juga membuka peluang kolaborasi antara ANRI, Komisi X DPR RI, serta sejumlah kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Bahasa, BRIN, dan Perpustakaan Nasional, untuk memperkuat ekosistem literasi sejarah berbasis arsip bagi generasi muda.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi X Ledia Hanifa Amalia ekosistem literasi Arsip Nasional Fraksi PKS





















