Kamis, 02/07/2026 22:28 WIB

Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia Setiap 3 Juli, Ini Sejarahnya





Persoalan sampah plastik masih menjadi tantangan besar bagi kelestarian lingkungan global hingga saat ini.

Ilustrasi - Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia (Foto: iStock)

Jakarta, Jurnas.com - Persoalan sampah plastik masih menjadi tantangan besar bagi kelestarian lingkungan global hingga saat ini.

Untuk terus memupuk kesadaran penduduk bumi akan bahaya laten tersebut, masyarakat internasional memperingati Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia atau International Plastic Bag Free Day yang jatuh setiap tanggal 3 Juli.

Momentum tahunan ini dimanfaatkan oleh berbagai elemen masyarakat, aktivis lingkungan, hingga instansi pemerintah untuk mengampanyekan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai demi menyelamatkan ekosistem masa depan.

Sejarah lahirnya peringatan penting ini tidak lepas dari gerakan akar rumput yang dimulai di benua Eropa.

Kampanye ini pertama kali diinisiasi oleh seorang aktivis bernama Rezero yang tergabung dalam Zero Waste Europe pada tahun 2008 silam.

Pada awal gerakannya, aksi penolakan kantong plastik sekali pakai ini hanya berlangsung dalam skala regional di Catalonia, Spanyol.

Namun, karena urgensi masalah sampah plastik dirasakan secara global, gerakan tersebut mendapat simpati luas dan terus berkembang pesat ke berbagai negara.

Dua tahun setelah inisiasi pertama, tepatnya pada tahun 2010, Zero Waste Europe secara resmi meluncurkan Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia untuk pertama kalinya dalam skala global.

Sejak saat itu, setiap tanggal 3 Juli didedikasikan sebagai platform dunia untuk mendesak industri dan konsumen agar beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Kampanye ini terus meluas dari tahun ke tahun, mendorong lahirnya berbagai kebijakan strategis di banyak negara, termasuk pengenaan cukai plastik, larangan total penggunaan kantong belanja plastik di pusat perbelanjaan, hingga kewajiban membawa tas belanja mandiri yang dapat digunakan berulang kali.

Latar belakang di balik masifnya gerakan ini didasari oleh fakta mencengangkan mengenai karakteristik plastik itu sendiri.

Lingkungan kerap menyoroti bahwa rata-rata kantong plastik hanya digunakan selama kurang lebih 25 menit oleh manusia, namun membutuhkan waktu hingga ratusan tahun agar bisa terurai di alam bebas.

Ironisnya, plastik yang tidak terurai tersebut tidak benar-benar hilang, melainkan hancur menjadi partikel mikroplastik yang mencemari tanah, meracuni biota laut, dan pada akhirnya masuk ke dalam rantai makanan manusia melalui konsumsi sumber daya laut.

Melalui peringatan Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia, masyarakat di seluruh penjuru dunia diajak untuk melakukan perubahan dari hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari.

Mengubah kebiasaan dengan selalu menyediakan tas kain saat berbelanja atau menolak kantong plastik secara halus saat bertransaksi merupakan langkah nyata yang sangat berarti.

Langkah kecil yang dilakukan secara kolektif ini diharapkan mampu menekan volume limbah plastik global secara signifikan, sekaligus memastikan bumi tetap menjadi tempat tinggal yang aman dan bersih bagi generasi yang akan datang.

KEYWORD :

Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia 3 Juli Peringatan Dunia Bulan Juli




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :