Ilustrasi mata uang dolar Amerika Serikat (Foto: Unsplash/Alexander Grey)
Jakarta, Jurnas.com - Kekayaan pribadi pada 2025 mengalami pertumbuhan dengan laju tercepat dalam beberapa tahun terakhir, menciptakan hampir satu juta miliarder dolar AS baru di seluruh dunia.
Hal ini disampaikan oleh bank Swiss, UBS, dalam Laporan Kekayaan Global (Global Wealth Report) dalam laporan tahunan mereka yang diterbitkan pada Selasa (30/6).
Melansir Arabnews, Berikut ini beberapa rinciannya:
Total kekayaan pribadi secara global melonjak sebesar 10,8% tahun lalu, naik dari 4,6% pada tahun 2024 dan 4,2% pada tahun 2023, seiring dengan pasar keuangan yang kuat yang mendorong pertumbuhan tersebut, temuan UBS menunjukkan.
Ada "lebih banyak miliarder dari sebelumnya, di mana saja" pada tahun 2025, kata bank tersebut. Amerika Serikat, di mana lebih dari 440.000 orang menjadi miliarder dolar AS baru, menyumbang hampir separuh dari pertumbuhan ini.
Kekayaan dalam nilai mata uang dolar AS tumbuh sangat cepat di Eropa, sebagian besar disebabkan oleh depresiasi dolar terhadap euro pada tahun lalu, temuan UBS menunjukkan.
Meskipun kekayaan rata-rata meningkat, ketimpangan justru semakin mendalam sejak tahun 2020, kata UBS.
Kekayaan median, yang mencerminkan kondisi kelompok masyarakat kelas menengah secara lebih baik, justru menurun di sebagian besar negara. Hal ini menyoroti kesenjangan yang kian melebar antara kelompok terkaya dan populasi masyarakat yang lebih luas, tambah bank tersebut.
Untuk laporan ini, UBS menganalisis 56 pasar yang mereka perkirakan mewakili lebih dari 92% kekayaan dunia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Miliarder Baru Laporan UBS Kelas Menengah



























