Senin, 15/06/2026 16:52 WIB

Kemenag Ajak Masyarakat Jadikan Muharam Momentum Perkuat Kesalehan Sosial





Kesalehan yang ideal adalah kesalehan yang mampu menghadirkan kepedulian dan kemaslahatan bagi sesama

Ilustrasi masyarakat muslim di Indonesia sambut Tahun Baru Hijriah dengan pawai obor (Foto: InfoPublik)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat kesalehan sosial, solidaritas, serta hijrah jemari dari perilaku menebar benci.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan bahwa Muharam mengandung pesan hijrah yang relevan sepanjang zaman.

Menurutnya, makna hijrah tidak berhenti pada perpindahan fisik, tetapi juga perubahan sikap dan cara pandang menuju kehidupan yang lebih baik serta lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Refleksi Muharam mengajak kita bertanya pada diri sendiri, apakah ibadah yang kita lakukan selama ini sudah menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kesalehan yang ideal adalah kesalehan yang mampu menghadirkan kepedulian dan kemaslahatan bagi sesama,” ujar Arsad dalam siaran pers.

Lebih lanjut, Arsad mengatakan Al Quran melalui Surat Al-Ma’un memberikan pesan kuat bahwa keberagamaan tidak cukup diwujudkan dalam ibadah personal.

Kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan kelompok rentan, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Arsad, semangat tersebut sejalan dengan berbagai program pemberdayaan yang terus didorong Kementerian Agama melalui penguatan fungsi masjid, optimalisasi zakat dan wakaf, serta layanan keagamaan, yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Jangan sampai ibadah hanya berhenti pada ritual. Muharam mengingatkan kita bahwa keberagamaan harus melahirkan empati, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.

Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag Ismail Fahmi menilai semangat hijrah juga perlu diwujudkan dalam ruang digital. Menurutnya, media sosial saat ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sehingga harus diisi dengan narasi yang mencerahkan dan membawa manfaat, bukan narasi kebencian.

Ia menjelaskan kedamaian tidak hanya diwujudkan melalui tindakan di dunia nyata, tetapi juga melalui komunikasi yang santun dan bertanggung jawab di ruang siber. Karena itu, masyarakat diajak lebih bijak dalam menyampaikan informasi maupun pendapat di media digital.

“Hijrah di era digital berarti mengubah cara kita berinteraksi. Jemari kita harus menjadi sarana menyebarkan pengetahuan, inspirasi, dan pesan-pesan yang menyejukkan, bukan sebaliknya,” ujar Ismail Fahmi.

Menurut Ismail, jaringan penyuluh agama memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi keagamaan yang ramah dan mudah dipahami masyarakat. Kehadiran penyuluh diharapkan dapat memperluas penyebaran pesan-pesan keagamaan yang menumbuhkan optimisme, persaudaraan, dan kepedulian sosial.

“Melalui momentum Muharam 1448 Hijriah, masyarakat diharapkan tidak hanya memperbarui semangat spiritual, tetapi juga memperkuat komitmen menghadirkan manfaat dan kedamaian bagi lingkungan sekitar,” kata dia.

 
KEYWORD :

Kementerian Agama 1 Muharam Tahun Baru Hijriah Kesalehan Sosial




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :