Kamis, 28/05/2026 00:45 WIB

Nyeri Haid Berlebihan Bisa Jadi Tanda Endometriosis, Benarkah?





Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah endometriosis, yakni penyakit kronis yang banyak dialami perempuan usia produktif.

Ilustrasi - wanita alami rasa sakit saat haid (Foto: suara)

Jakarta, Jurnas.com - Sebagian besar perempuan pernah mengalami nyeri saat menstruasi. Kondisi ini umumnya dianggap normal, terutama bila rasa sakit hanya muncul pada hari pertama atau kedua siklus haid.

Namun, rasa nyeri yang berlangsung berkepanjangan, terasa sangat hebat, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya tidak diabaikan.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah endometriosis, yakni penyakit kronis yang banyak dialami perempuan usia produktif.

Gangguan ini terjadi ketika jaringan yang menyerupai lapisan dinding rahim tumbuh di luar rahim dan dapat memicu nyeri berkepanjangan serta berbagai keluhan lain.

Wakil Direktur Indonesia Medical Education and Research Institute (IMERI) Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, menjelaskan bahwa endometriosis bukan sekadar masalah nyeri menstruasi biasa.

Menurutnya, penyakit ini dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan perempuan. Ia mengatakan bahwa endometriosis dapat menyebabkan nyeri haid kronis yang berpotensi mengganggu produktivitas hingga memengaruhi kualitas hubungan dalam keluarga.

“Karena itu, mengenali gejala endometriosis sejak awal menjadi salah satu langkah penting dalam menangani penyakit yang tergolong kompleks ini,” kata Budi.

Ia menambahkan, diagnosis sejak dini memiliki peran besar dalam menentukan keberhasilan penanganan. Semakin cepat penyakit dikenali, semakin cepat pula pasien bisa mendapatkan terapi yang tepat.

Sebaliknya, jika tidak terdeteksi, kondisi tersebut dapat terus berkembang dan menurunkan kualitas kesehatan maupun kualitas hidup penderitanya.

Data dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) periode 2010–2011 menunjukkan dampak endometriosis terhadap aktivitas harian cukup besar.

Sebanyak 43,4 persen pasien mengalami nyeri berat hingga tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari. Sementara 36,7 persen mengalami nyeri tingkat sedang yang membuat aktivitas menjadi terbatas, dan sekitar 20 persen merasakan gejala ringan.

Selain penanganan medis, dukungan sosial juga dinilai menjadi bagian penting dalam proses pengobatan pasien endometriosis.

Pendiri komunitas Endometriosis Indonesia, Wenny Aurelia, menilai penderita membutuhkan ruang untuk saling berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan emosional.

Menurutnya, endometriosis merupakan penyakit yang memerlukan kesabaran dan kepatuhan tinggi dalam menjalani terapi jangka panjang.

“Dalam proses pengobatannya, pasien sangat membutuhkan dukungan dari sesama penderita agar mereka tidak merasa berjuang sendirian menghadapi endometriosis,” ujar Wenny.

Ia berharap komunitas Endometriosis Indonesia yang berdiri sejak 2015 dapat terus menjadi tempat berbagi informasi yang tepat, pengalaman pasien, serta dukungan antarsesama.

“Yang paling penting, komunitas ini menjadi tempat untuk saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya.

KEYWORD :

Tips Kesehatan Penyakit Endometriosis Nyeri Haid Berlebihan Wanita Haid




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :