Rabu, 27/05/2026 16:47 WIB

Pengidap 4 Penyakit Ini Sebaiknya Hindari Konsumsi Daging





Daging sapi dan kambing termasuk dalam kategori daging merah yang kaya akan lemak jenuh, kolesterol, serta senyawa purin.

Ilustrasi serangan jantung (Foto: Pexels/Freestocks)

Jakarta, Jurnas.com - Berbagai olahan daging seperti rendang, sate, gulai, hingga tongseng menjadi hidangan wajib yang sulit untuk ditolak selama musim kurban pada Hari Raya Iduladha. Namun, di balik kelezatan hidangan tersebut, momen ini juga menyimpan alarm kewaspadaan tersendiri bagi sebagian orang.

Daging sapi dan kambing termasuk dalam kategori daging merah yang kaya akan lemak jenuh, kolesterol, serta senyawa purin. Bagi masyarakat yang mengidap kondisi medis tertentu, mengonsumsi kedua jenis daging ini secara berlebihan tanpa kontrol dapat menjadi pemicu utama melonjaknya gejolak penyakit dan memicu komplikasi yang berbahaya bagi tubuh.

Berikut ini lima penyakit yang sebaiknya menghindari konsumsi daging kurban berlebihan:

1. Asam Urat

Daging sapi dan kambing, terutama pada bagian jeroan seperti otak, hati, dan babat, memiliki kandungan zat purin yang sangat tinggi. Ketika masuk ke dalam tubuh, purin ini akan dimetabolisme dan dipecah menjadi asam urat.

Jika kadarnya melonjak drastis di dalam darah, asam urat akan membentuk kristal tajam yang menumpuk di area persendian, terutama pada jempol kaki, lutut, dan pergelangan tangan.

Kondisi ini dapat memicu peradangan akut yang menyebabkan rasa nyeri luar biasa, pembengkakan, hingga membuat penderitanya kesulitan untuk berjalan setelah hari raya.

2. Jantung Koroner dan Kolesterol Tinggi

Daging merah secara alami mengandung lemak jenuh dan kolesterol jahat atau LDL dalam kadar yang signifikan. Mengonsumsi bagian daging yang berlemak atau penuh gajih secara beruntun selama hari raya dapat langsung mendongkrak kadar kolesterol dalam darah.

Penumpukan kolesterol jahat ini dalam jangka panjang akan membentuk plak yang mengeraskan dan menyumbat pembuluh darah arteri. Jika aliran darah menuju jantung atau otak terhambat, risiko serangan jantung mendadak maupun stroke akan meningkat berkali-kali lipat.

3. Darah Tinggi atau Hipertensi

Pengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi juga tidak boleh lengah saat menghadapi hidangan daging kurban. Sebenarnya, bukan struktur daging mentahnya yang langsung menaikkan tekanan darah, melainkan kandungan lemak jenuh yang dapat mengganggu elastisitas pembuluh darah.

Bahaya utama justru sering kali datang dari cara pengolahannya di dapur rumah tangga. Menu khas Iduladha umumnya diolah menggunakan garam yang berlimpah, penyedap rasa, serta santan kental yang dimasak berulang kali.

Kombinasi antara lemak daging dan tingginya kadar natrium dari garam inilah yang menjadi dalang utama di balik pusing kepala dan melonjaknya tekanan darah secara drastis pascamakan besar.

4. Gagal Ginjal Kronis

Ginjal memiliki tugas berat untuk menyaring dan membuang limbah sisa metabolisme protein, seperti urea dan kreatinin, dari dalam tubuh. Ketika seseorang mengonsumsi protein hewani dalam jumlah yang sangat padat dari daging sapi atau kambing, beban kerja ginjal yang sudah mengalami penurunan fungsi akan menjadi semakin berat. Penumpukan limbah protein yang gagal disaring ini dapat meracuni darah dan mempercepat pemburukan kondisi gagal ginjal.

Menjaga kesehatan di hari raya bukan berarti harus sama sekali antipati terhadap daging kurban. Bagi para pengidap penyakit di atas, kunci utamanya terletak pada kebijaksanaan dalam memilih porsi dan metode memasak.

Sangat disarankan untuk hanya memilih bagian daging yang paling bersih dari lemak, seperti bagian lulur dalam atau tenderloin, serta membatasi jumlah konsumsi maksimal lima puluh gram sekali makan.

KEYWORD :

Bahaya makan daging merah olahan daging kurban penyakit asam urat risiko kolesterol tinggi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :