Senin, 04/05/2026 15:35 WIB

FamilyMart di Jepang Tampung Pakaian Bekas untuk Dijual ke Malaysia





Sejumlah gerai FamilyMart di Tokyo, Jepang, mulai memasang kotak khusus untuk mengumpulkan pakaian bekas dan barang rumah tangga lainnya

Gerai FamilyMart di Jepang (Foto: Straits Times/Unsplash)

Tokyo, Jurnas.com - Sejumlah gerai FamilyMart di Tokyo, Jepang, mulai memasang kotak khusus untuk mengumpulkan pakaian bekas dan barang rumah tangga lainnya sebagai bagian dari inisiatif pengurangan limbah.

Langkah ini merupakan hasil kolaborasi dengan Bookoff Group Holdings, perusahaan yang mengkhususkan diri dalam jual-beli barang bekas.

Dikutip dari Kyodo News pada Senin (4/5), proyek uji coba ini telah dimulai di sekitar 30 gerai FamilyMart yang berlokasi di kawasan hunian di Tokyo. Barang-barang yang terkumpul nantinya akan dikelola oleh Bookoff, dengan rencana untuk menjual sebagian barang tersebut ke pasar luar negeri, salah satunya Malaysia.

Bagi pakaian yang dianggap sudah tidak layak untuk digunakan kembali (re-use), FamilyMart berkomitmen untuk mendaur ulangnya menjadi serat baru. Inisiatif ini merupakan proyek kolaborasi pertama sejak Itochu, perusahaan induk FamilyMart, menjalin aliansi modal dengan Bookoff pada Februari lalu.

FamilyMart berharap program ini dapat mengurangi jumlah pembuangan pakaian hingga 4.000 ton per tahun jika nantinya diperluas ke seluruh jaringan toko mereka di Jepang. Langkah ini diambil di tengah keprihatinan atas tingginya angka limbah tekstil di negara tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, sekitar 560.000 ton pakaian diperkirakan dibuang sebagai limbah di Jepang setiap tahunnya, atau setara dengan sekitar 70 persen dari pakaian baru yang dipasok ke pasar.

Selain pengumpulan pakaian, FamilyMart sebelumnya telah menjalankan program food drive di sekitar 4.900 gerainya secara nasional. Dalam program ini, pelanggan dapat menyumbangkan kelebihan makanan rumah tangga untuk diberikan kepada yang membutuhkan.

KEYWORD :

Pakaian Bekas FamilyMart Tokyo Ekspor Barang Bekas




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :