Sabtu, 02/05/2026 01:21 WIB

Fenomena Langit Mei 2026, Ada Purnama Flower Moon hingga Blue Moon





Fenomena Langka di Langit Mei 2026: “Flower Moon” Tampak Lebih Kecil, Disusul Blue Moon di Akhir Bulan

Fenomena Flower Moon, bulan purnama pertama bulan ini mencapai fase penuh pada 1 Mei (Foto: Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Langit malam awal Mei 2026 menghadirkan fenomena menarik bagi para pengamat langit. Bulan purnama pertama bulan ini, yang dikenal sebagai Flower Moon, mencapai fase penuh pada 1 Mei, meski di banyak wilayah akan tampak bulat sempurna sejak malam sebelumnya hingga beberapa hari setelahnya.

Momen terbaik untuk menyaksikan fenomena ini adalah saat bulan terbit di ufuk timur menjelang senja. Pada saat itu, bulan akan terlihat lebih mencolok, terutama karena posisinya yang rendah di langit.

Namun, ada hal yang membuat Flower Moon tahun ini berbeda. Bulan purnama ini termasuk kategori Micromoon, yakni terjadi ketika bulan berada di titik terjauh dari Bumi dalam orbitnya.

Dalam kondisi ini, jarak bulan mencapai sekitar 402 ribu kilometer dari Bumi, atau sekitar 5 persen lebih jauh dari rata-rata. Akibatnya, bulan akan tampak sedikit lebih kecil dan redup dibandingkan biasanya, meski perbedaannya tidak terlalu mencolok bagi mata telanjang.

Meski begitu, fenomena optik yang dikenal sebagai Moon illusion membuat bulan tetap terlihat besar saat berada di dekat horizon. Selain itu, warna bulan cenderung tampak oranye karena efek hamburan cahaya di atmosfer Bumi.

Nama Flower Moon sendiri berasal dari tradisi di belahan bumi utara, merujuk pada musim bunga yang bermekaran sepanjang Mei. Beberapa budaya juga menyebutnya sebagai Bulan Tanam atau Bulan Telur, mencerminkan siklus alam dan kehidupan.

Menariknya, Mei 2026 tidak hanya menghadirkan satu bulan purnama. Pada 31 Mei, akan terjadi Blue Moon, yakni fenomena ketika dua bulan purnama muncul dalam satu bulan kalender.

Menurut NASA, Blue Moon tergolong langka dan hanya terjadi pada sekitar 6 persen dari seluruh fase bulan purnama. Fenomena ini biasanya muncul pada hari-hari terakhir dalam satu bulan.

Yang membuatnya semakin unik, Blue Moon kali ini juga merupakan micromoon, sehingga menjadi bulan purnama terkecil sepanjang tahun 2026. Kombinasi dua fenomena ini menjadikan akhir Mei sebagai salah satu momen langit paling menarik tahun ini.

Meski dapat diamati dengan mata telanjang, penggunaan teleskop atau binokular akan membantu melihat detail permukaan bulan, termasuk kawah dan lokasi pendaratan misi Apollo.

Dengan dua fenomena langit dalam satu bulan, Mei 2026 menjadi waktu yang tepat bagi siapa saja untuk kembali menengok ke langit malam. Dari Flower Moon hingga Blue Moon, langit menawarkan pertunjukan yang sederhana namun penuh makna ilmiah dan keindahan alami. (*)

Sumber: Live Science

KEYWORD :

Fenomena Langit Mei 2026 Bulan Purnama Flower Moon Blue Moon




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :