Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez (Foto: AFP)
Ankara, Jurnas.com - Pesawat kenegaraan yang membawa Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, melakukan pendaratan darurat di Turki pada Minggu (3/5) malam waktu setempat.
Pemerintah Madrid mengonfirmasi laporan tersebut dan menyatakan bahwa insiden ini dipicu oleh adanya kendala teknis pada pesawat yang ditumpangi delegasi Spanyol.
Sanchez sedang dalam perjalanan menuju negara tetangga, Armenia, untuk menghadiri pertemuan Komunitas Politik Eropa (European Political Community/EPC) ketika masalah tersebut muncul.
PM Spanyol: Kita Harus Hentikan Netanyahu
Meskipun mendarat darurat, seluruh delegasi dilaporkan dalam kondisi aman. “Delegasi Spanyol akan bermalam di Ankara sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke Armenia pada pagi hari,” demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah, dikutip dari AFP pada Senin (4/5).
Hingga siang ini, pihak berwenang belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai jenis masalah teknis yang dialami pesawat tersebut.
Insiden ini terjadi sesaat sebelum pembukaan pertemuan EPC di Yerevan, ibu kota Armenia, yang dijadwalkan dimulai pada Senin ini.
Pertemuan EPC tersebut akan dihadiri oleh para pemimpin Eropa untuk membahas berbagai isu strategis kawasan, termasuk ketegangan di Timur Tengah dan kerja sama keamanan energi.
Kendati demikian, keterlambatan ini diperkirakan tidak akan mengganggu agenda utama Sanchez dalam konferensi tingkat tinggi tersebut.
Diketahui, pertemuan ke-8 EPC yang berlangsung hari ini di Yerevan menjadi peristiwa politik internasional terbesar yang pernah dipandu oleh Armenia sejak kemerdekaannya.
KTT ini dihadiri oleh 48 kepala negara dan pemerintahan, termasuk kehadiran perdana menteri Kanada sebagai tamu undangan. Fokus utama diskusi kali ini berpusat pada penguatan ketahanan demokrasi, penanganan ancaman hibrida, serta penguatan keamanan ekonomi dan energi di tengah dinamika perang antara Rusia-Ukraina serta konflik AS-Israel terhadap Iran yang mendominasi agenda pembicaraan.
Kehadiran para pemimpin papan atas Eropa seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Yerevan menandai pergeseran strategis Armenia yang kini semakin mendekat ke arah kemitraan Eropa.
Rangkaian acara ini akan dilanjutkan pada Selasa (5/5) dengan KTT bilateral pertama antara Uni Eropa dan Armenia, yang dihadiri oleh Presiden Dewan Eropa António Costa dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Pertemuan tersebut dianggap sebagai tonggak sejarah penting bagi upaya Armenia untuk mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi dengan blok Uni Eropa sekaligus melonggarkan ketergantungannya pada Rusia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
PM Spanyol Pesawat Mendarat Darurat Pedro Sanchez























