Rudal Israel menghantam gedung di Beirut, Lebanon (Foto: Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Kesehatan Lebanon mengutuk pembunuhan jurnalis Amal Khalil di kota Al-Tayri selatan usai pasukan Israel mengejarnya ke sebuah rumah.
Dalam pernyataannya di X, kementerian itu menyebut Amal Khalil sebagai martir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan komunitas media di Lebanon.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa keadaan kematiannya "memalukan hati nurani manusia, setelah tentara pendudukan mengejarnya hingga ke rumah tempat dia mencari perlindungan" katanya.
Militer Israel Ancam Serang Ambulans di Lebanon
Diberitakan sebelumnya, pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyatakan bahwa pihaknya bersedia bekerja sama dengan pemerintah Lebanon untuk menjaga stabilitas, namun menetapkan syarat-syarat berat bagi kelanjutan perdamaian dengan Israel.
Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu (18/4) saat gencatan senjata 10 hari antara kedua pihak masih bertahan, sebagaimana dikutip dari NY Times pada Minggu (19/4).
Meski menyambut baik jeda pertempuran tersebut, Qassem menegaskan bahwa pejuang Hizbullah saat ini tetap dalam posisi siaga tempur.
Dia menetapkan lima syarat utama untuk memperpanjang perdamaian, termasuk penghentian permanen serangan Israel terhadap target-target di Lebanon dan penarikan penuh seluruh pasukan Israel dari wilayah Lebanon.
Tuntutan tersebut diprediksi sulit terpenuhi. Israel meluncurkan invasi darat besar-besaran ke Lebanon selatan, yang merupakan benteng pertahanan Hizbollah.
Ini merupakan respons atas serangan kelompok tersebut pada Maret lalu. Hingga kini, militer Israel memberikan sinyalemen akan tetap menduduki sebagian besar wilayah tersebut bahkan setelah konflik berakhir.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Amal Khalil Kemenkes Lebanon Pembunuhan Jurnalis Israel Lebanon


























