Kamis, 23/04/2026 10:43 WIB

Menhaj Imbau Jemaah Haji Jaga Kesehatan-Lapor Petugas Jika Ada Kendala





Imbauan tersebut disampaikan Menhaj Irfan saat melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf saat melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-01) di Asrama Haji Kelas I Jakarta pada Selasa (21/4/2026) malam (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengimbau seluruh jemaah haji untuk disiplin dan mengikuti arahan petugas selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah.

“Saya mengimbau kepada seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan pimpinan regu, rombongan, dan kloter, serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila menghadapi kendala,” ujarnya.

Imbauan tersebut disampaikan Menhaj Irfan saat melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-01) di Asrama Haji Kelas I Jakarta pada Selasa (21/4/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 391 jemaah asal Jakarta Timur yang tergabung dalam kloter JKG-01 menjalani prosedur awal memasuki asrama haji dan secara bertahap diberangkatkan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang.

Menhaj menyampaikan bahwa keberangkatan kloter pertama ini menjadi penanda dimulainya operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
"...Ini menjadi awal dari rangkaian panjang pelayanan haji tahun ini yang harus kita jaga bersama kualitasnya,” ujarnya.

Menhaj menegaskan bahwa pemerintah memastikan seluruh jemaah yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan administrasi, terutama kepemilikan visa haji resmi.

“Kami tegaskan, hanya jemaah yang memiliki visa haji yang akan diberangkatkan. Ini penting untuk menghindari penolakan di Arab Saudi dan memastikan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” ujarnya.

Menhaj juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk skema jemaah cadangan untuk mengantisipasi kursi kosong akibat pembatalan.

“Kita sudah siapkan mekanisme pengganti atau jemaah cadangan untuk mengisi kursi kosong, baik karena faktor kesehatan, pembatalan, maupun kondisi darurat lainnya. Ini bagian dari upaya kita menjaga optimalisasi kuota,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menhaj berharap seluruh proses keberangkatan berjalan lancar serta jemaah dapat menjalankan ibadah dengan kondisi prima.

“Harapan kita tentu keberangkatan berjalan lancar, jemaah sehat, dan dapat beribadah dengan khusyuk. Semoga seluruh jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” imbuhnya.

Menhaj juga melaporkan bahwa seluruh unsur terkait, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah, Imigrasi, Kepolisian, hingga Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), telah melakukan koordinasi intensif guna memastikan kelancaran proses pemberangkatan serta mengantisipasi berbagai potensi kendala di lapangan.

Di sisi lain, tim PPIH di Madinah telah disiagakan untuk memastikan kesiapan operasional dalam menyambut kedatangan rombongan jemaah gelombang pertama.

Pemantauan keberangkatan akan terus dilakukan hingga seluruh jemaah tiba di bandara dan diberangkatkan ke Arab Saudi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi, Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan, Direktur Bina Petugas Haji Chandra Sulistio Reksoprodjo, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

 
KEYWORD :

Menhaj RI Mochamad Irfan Yusuf Jemaah Haji Pemberangkatan jemaah haji Ibadah Haji 2026




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :