Selasa, 14/04/2026 22:58 WIB

Menhaj Usulkan Kenaikan Biaya Penerbangan Haji Jadi Rp8,46 Triliun





Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengusulkan kenaikan biaya penerbangan untuk ibadah haji 2026, menyusul lonjakan harga avtur

Pesawat Saudia Airlines (Foto: Arab News)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengusulkan kenaikan biaya penerbangan untuk ibadah haji 2026, menyusul lonjakan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI dalam rangka membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pada Selasa (14/4).

Dalam pertemuan tersebut, Menhaj memaparkan sejumlah progres krusial, mulai dari kesiapan layanan di Arab Saudi hingga dinamika anggaran penerbangan.

Menhaj mengatakan total biaya penerbangan melonjak dari Rp6,69 triliun menjadi Rp8,46 triliun. Hal ini dipicu oleh usulan kenaikan dari Garuda Indonesia sebesar Rp974,8 miliar dan Saudi Airlines sebesar Rp802,8 miliar.

Karena itu, pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung RI untuk memastikan aspek legalitas dari kenaikan biaya tersebut.

"Kami berharap pada kesempatan rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI ini, dapat disetujui dan diputuskan mengenai besaran dan sumber pembiayaan untuk memenuhi penyesuaian biaya penerbangan tersebut," kata Menhaj dalam siaran persnya.

Berdasarkan UU No. 14 Tahun 2025, komponen biaya penerbangan jemaah bersumber dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), sementara biaya petugas kloter bersumber dari APBN.

Selain itu, Menhaj memastikan kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci. Pemerintah sejauh ini telah menginstruksikan perbaikan fasilitas hotel secara menyeluruh.

"Kami telah berkoordinasi dengan pengelola hotel agar seluruh catatan dari anggota Dewan yang terhormat dapat ditindaklanjuti, khususnya terkait perbaikan fasilitas seperti karpet, gorden, serta tempat wudhu dan sanitasi agar lebih aman dan nyaman bagi jemaah," ujar Menhaj.

Terkait layanan konsumsi di Makkah, Menteri memastikan tidak ada kendala meskipun terdapat satu penyedia layanan yang mengundurkan diri. Kuota sebesar 3.500 porsi tersebut telah didistribusikan kepada penyedia lain.

Mengenai kesiapan logistik, distribusi koper jemaah terus berjalan. Hingga saat ini, Saudi Airlines telah mendistribusikan 74,1 persen koper, sedangkan Garuda Indonesia mencapai 50,8 persen. Seluruh distribusi ditargetkan rampung paling lambat pada 17 April 2026.

Adapun terkait keberangkatan petugas, Tim Advance PPIH Arab Saudi telah mulai diberangkatkan pada 13 April 2026. Selanjutnya, petugas Daker Bandara dan Madinah akan menyusul pada 17-18 April, diikuti Daker Makkah pada 22-24 April, dan Amirulhaj pada 19 Mei 2026.

KEYWORD :

Ibadah Haji 2026 Menteri Haji dan Umrah Biaya Penerbangan Mochamad Yusuf Irfan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :