Plt Direktur Jenderal Dikti Ristek, Nizam (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Nizam mengatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung peningkatan kualitas SDM perguruan tinggi, baik bagi perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).
Meskipun anggaran biaya operasional perguruan tinggi hanya diberikan kepada PTN, lanjut Nizam, namun alokasi anggaran yang dikelola Diktitristek juga diberikan untuk PTS dalam jumlah besar.
"Separuh dari anggaran pendidikan tinggi yang dikelola oleh Kementerian itu sebanyak 45 persen diberikan kepada perguruan tinggi swasta untuk penelitian, program pelatihan dosen, program kemahasiswaan, dan sebagainya," kata Nizam di Bogor, Jawa Barat pada Jumat (14/7) lalu.
Terima Banyak Aspirasi dari Masyarakat, DPR Minta Pemerintah Segera Putuskan Kepastian DOB
Dalam kesempatan itu, Nizam juga menyoroti upaya Ditjen Diktiristek dalam meningkatkan kualitas kelembagaan perguruan tinggi. Banyaknya jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang mencapai lebih dari 4 ribu, mendorong Ditjen Diktiristek untuk merasionalkan jumlah perguruan tinggi dengan cara menggabungkan PTS-PTS kecil menjadi perguruan tinggi yang lebih besar dan sehat.
"Untuk memperluas akses (pendidikan tinggi) itu dengan memperbesar perguruan tinggi, bukan memperbanyak perguruan tinggi," ujar Nizam.
Sedangkan untuk mempercepat penggabungan PTS, Ditjen Diktiristek memberikan dana bantuan minimal sebesar Rp100 juta untuk setiap perguruan tinggi. Tercatat sejak 2015 hingga sekarang, jumlah PTS yang sudah digabungkan sebanyak 803 PTS.
Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Sri Gunani Partiwi menambahkan adanya upaya yang dilakukan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi melalui bantuan fasilitasi akreditasi internasional.
"Salah satu cara memfasilitasi seluruh perguruan tinggi di Indonesia adalah kami akan memberikan sejumlah dana untuk mereka para perguruan tinggi yang sudah sangat bagus untuk bisa berbagi dengan melakukan pembinaan ke perguruan tinggi lainnya yang akreditasinya masih rendah, dengan tujuan mengakselerasi peningkatan kualitas prodi-prodi di indonesia," tutur Sri.
Direktur Sumber Daya Ditjen Diktirisek Sofwan Effendi menyampaikan kebijakan untuk meminimalisir beban kerja dosen dengan memberikan keleluasaan dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi di mana dengan mengedepankan minat dosen.
"Dosen bisa lebih fokus pada tridarma perguruan tinggi. Perguruan tinggi sekarang bisa bebas sesuai dengan minat dosen, misalnya lebih fokus ke pengabdian atau pembelajaran. Itu tergantung dosen dan pihak universitas," ucap Sofwan.
Untuk meminimalisir beban kerja dosen, Sofwan juga menuturkan adanya inovasi pengelolaan berbagai hal teknis dan administratif, yaitu aplikasi SISTER berbasis cloud yang memungkinkan penyatuan informasi seluruh hal terkait administratif dosen. Sistem ini akan mulai diberlakukan sejak 1 Agustus mendatang.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
PTN PTS Perguruan Tinggi Nizam Ditjen Diktiristek Kemdikbudristek




























