PM Kamboja, Hun Sen (Foto: Reuters)
Phnom Penh, Jurnas.com - Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, mulai melunak pasca mengancam bakal mencekal Facebook di negara tersebut. Namun, dia menegaskan kantor perwakilan perusahaan itu tetap dilarang.
Pada Jumat (30/6) malam, Hun Sen mengatakan bahwa dirinya tidak berniat memblokir Facebook. Hal ini disampaikan pasca Meta, induk Facebook, menghapus video Hun Sen mengancam lawan politik.
"Saya tidak punya niat untuk melarang Facebook di Kamboja," kata Hun Sen dikutip dari AFP pada Sabtu (1/7).
Lok Lak, Makanan Khas Kamboja yang Wajib Dicoba
"Saya tidak sebodoh itu untuk menghalangi penghidupan semua orang," imbuh dia.
Sementara itu, Kementerian Telekomunikasi Kamboja menyebut kantor perwakilan Facebook dilarang karena dianggap melakukan campur tangan dalam urusan politik negara.
Meta juga menolak mengomentari keputusan tersebut, maupun membeberkan jumlah karyawan perwakilan di Kamboja yang terimbas oleh pengusiran itu.
Sebelumnya, Facebook mengumumkan bahwa perusahaan telah menghapus salah satu video Hun Sen. Dalam video yang direkam pada Januari lalu itu, Hun Sen mengancam lawan politiknya dengan tindakan hukum, jika menuding partainya melakukan pencurian suara.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kamboja Hun Sen Facebook

























