Minggu, 19/04/2026 03:11 WIB

Mendagri akan Bekukan Izin Pengelola Pulau Widi





Mendagri akan bekukan izin pengelola Pulau Widi

Kepulauan Widi di Halmahera Selatan, Maluku Utara. (Foto istimewa/Jurnas)

Jakarta, Jurnas.com - Proses lelang pencarian investor untuk Kepulauan Widi, Maluku Utara, yang dilakukan oleh PT LII (Leadership Islands Indonesia) tidak bisa diteruskan jika izinnya dicabut oleh pemerintah. Maka, izin itu harus diperpanjang jika ingin melanjutkan kegiatan usaha.

Hal itu, ditegaskan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat konfrensi Pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (5/12). "Kalau memang berhenti, otomatis tidak bisa dilakukan, kecuali dia mendapatkan persetujuan untuk diperpanjang," ujar Tito Karnavian

Tito menegaskan tidak ada kepulauan di Indonesia yang bisa dijual kepada orang asing. Asing hanya diperbolehkan jika mau menggarap potensi ekonomi dari kekayaan alam Indonesia. "Kalau soal kepemilikan, tidak boleh otomatis asing. UU kita tidak memperbolehkan asing untuk memiliki (pulau)," Jelas mantan Kapolri tersebut.

Pada kesempatan yang berbeda-beda, Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal ZA mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara saat ini tengah mengurus proses pencabutan izin PT LII untuk mengelola Pulau Widi.

"Tindakan sementara pemerintah provinsi melalui dinas PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) akan membekukan izin sementara. Nanti apabila PT LII bisa menunjukkan kelayakan atas pemanfaatan lahan, maka izin bisa dibuka kembali," kata Safrizal.

Safrizal menjelaskan saat ini pemerintah pusat sudah memberikan instruksi kepada pemerintah daerah (pemda) untuk meninjau kembali izin yang saat ini dikantongi oleh PT LII.

KEYWORD :

Mendagri Tito Karnavian izin pengelolaan Pulau Widi PT LII




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :