Rabu, 15/04/2026 01:38 WIB

Penyuluhan Memiliki Peran Penting Dongkrak Produktivitas Pertanian





Penyuluhan Memiliki Peran Penting Dongkrak Produktivitas Pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi. (Foto: Ist)

JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan bahwa peran Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian memiliki peranan yang paling besar dalam mendongkrak produktivitas pertanian.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi dalam arahan kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) volume 40, yang bertemakan Membangun Pertanian Indonesia, Jumat (28/10).

"Sesungguhnya yang menggenjot produktivitas itu bukan pupuk, benih, sarana irigasi, dan sarana prasarana lainnya. Namun, yang utama adalah SDM-nya yakni petani dan praktisi pertanian," kata Dedi.

Selanjutnya ditekankan Dedi bahwa pendampingan SDM sangat signifikan dalam peningkatan produktivitas. "Oleh karena itu, saya sangat berharap dimanapun penyuluh berada bahwa peran dan tupoksi para penyuluh harus nampak," harap Dedi.

Dikatakan Dedi bahwa peran penyuluh sebagai motivator kepada petani dalam kondisi apapun. "Saat ini dalam kondisi pupuk mahal, penyuluh harus hadir di hadapan petani memberikan solusi," tutur Dedi.

Penyuluh juga, lanjut Dedi, sebagai fasilitator. Artinya, penyuluh harus memfaslitasi pembangunan pertanian di level paling bawah.

"Fasilitasi petani kita untuk mendapatkan pupuk subsidi, fasilitas petani untuk mengakses benih, dan fasilitasi petani kita agar lancar di dalam proses on farm dan off farm," imbuhnya.

Terpisah, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyebut penyuluh pertanian adalah kopassusnya Kementan). Untuk itu, ia berharap agar seluruh penyuluh untuk terus mendampingi petani, karena mereka sumber informasi bagi petani.

"Jadi, jika penyuluh banyakan di kota daripada di desa, maka rusak ini karena penyuluh harusnya di desa membimbing petani. Penyuluh adalah komunikator, penyuluh itu integrator, penyuluh adalah motivator, penyuluh adalah organisator, penyuluh adalah dinamisator. Ini terus saya pantau," ujar Mentan.

Hadir sebagai narasumber MSPP, Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat, Entang Saatraatmadja menyampaikan, keberhasilan swasembada beras pada 1984 dan 2019-2021 tidak lepas dari peran para penyuluh pertanian.

Dengan kesabaran dan ketelatenan, kata Entang, para penyuluh pertanian mampu membangun mind-set baru kepada para petani terkait dengan tata cara budidaya padi yang efektif dan efisien.

"Lebih jauh dari itu, pada zamannya penyuluh pertanian telah dikukuhkanoleh masyarakat selaku problem solver. Penyuluh pertanian dianggap sebagai orang yang serba tahu dan serba mengerti atas seabreg masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan aspek sosial ekonomi mereka," jelas Entang.

Olehnya itu, para penyuluh pertanian bukan hanya tampil sebagai sumber informasi terkait dengan soal-soal budidaya pertanian,tetapi juga menjadi tempat bertanya masyarakat terhadap masalah kehidupan yang ada di sekitarnya.

"Penyuluh kuat pertanian hebat, tentu bukan hanya sebuah jargon. Kita percaya, pernyataan Menteri Pertanian di atas, bukan hanya sekedar membuat harapan, namun yang lebih penting lagi adalah bagainana kalimat tersebut dapat diwujudkan dalam kiprah nyata di lapangan. Semoga menjadi kenyataan," imbuh Entang.

KEYWORD :

Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi Entang Saatraatmadja




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :