Rabu, 15/05/2024 01:07 WIB

Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda, Ini Kata Wamenag

Perbedaan itu menjadi hal yang harus diterima dengan lapang dada.

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menanggapi kemungkinan adanyanya perbedaan 1 Ramadhan 1443 H antara Muhammadiyah , Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah. Menurutnya, perbedaan tersebut adalah hal biasa, sehingga harus diterima oleh semua pihak.

"Perbedaan itu menjadi hal yang harus diterima dengan lapang dada," kata Zainut Tauhid saat ditemui sai penutupan Musabaqah Hafalan Al-Qur`an dan Hadis (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su`ud Tingkat Nasional ke-14, Jakarta, Jumat (25/03/2022).

Menurut Zainut Tauhid, perbedaan memang sering terjadi di Indonesia, baik suku, ras, agama dan budaya. Ia yakin umat Islam di Indonesia memiliki rasa toleransi terhadap sesamanya, terutama bagi mereka yang berbeda pandangan. "Kita harus saling toleransi karena perbedaan itu satu hal yang sudah terbiasa yang terjadi di Indonesia," katanya.

Untuk diketahui, Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan akan jatuh pada Sabtu, 2 April 2022. Hal itu diputuskan dalam Kalender Islam Global 1443 H yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Sementara Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah akan menentukan awal puasa melalui pelaksanaan rukyatul hilal. NU akan menggelar rukyatul hila di 35 titik, sedangkan pemerintah di 101 titik.

KEYWORD :

Wamenag Zainut Tauhid awal Ramadhan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :