Komunitas UMKM meminta elite berhenti mewacanakan penundaan Pemilu, lebih baik segera pulihkan ekonomi masyarakat. Foto: Dok jurnas.com
JAKARTA, Jurnas.com - Wacana penundaan Pemilu yang dihembuskan sejumlah elite politik turut memantik reaksi kalangan masyarakat bawah.
Ketua Komunitas UMKM Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Wikram Pranata menyampaikan bahwa para elite sering abai terhadap nasib rakyat yang sedang berjuang di tengah krisis akibat pandemi.
"Jangan hanya mikir Pemilu. Pikirkan nasib kami ini. Buat makan aja susah," kata Wikram dalam keterangan tertulis yang diterima jurnas.com di Jakarta, Rabu (16/3/2022).
Menurutnya, Pemilu yang biasa dilaksanakan lima tahun sekali acapkali menguras energi segenap bangsa untuk berkampanye.
"Tak masalah Pemilu, tapi pulihkan ekonomi. Sekarang minyak goreng langka, harga-harga naik, banyak yang nganggur," ujarnya.
Dia, mengatakan jauh hari sebelum pelaksanaan Pemilu biasanya elite partai politik mulai sosialisasi kepada masyarakat. Mereka tak segan memasang gambar foto calon presiden hingga ke pemukiman warga.
“Sekarang sudah banyak di jalan-jalan. Kok tega ya, nampang foto besar-besar saat rakyat susah, ini kayak nontonin penderitaan kami,” ungkap Wikram.
Ia, menilai keberadaan gambar tersebut tidak peka terhadap kondisi yang diderita masyarakat. Padahal seharusnya, sambung Wikram, elite politik bersatu padu mencari solusi agar ekonomi segera pulih.
Hal senada disampaikan Yusanti. Menurutnya sudah dua tahun ekonomi rakyat babak belur.
Pemilik usaha Catering ini menceritakan, sejak pandemi omsetnya terus menurun. Pendapatannya bahkan tak mampu menutupi belanja modal dan biaya operasional sehari-hari.
“Teman saya sudah banyak yang gulung tikar. Saya jalani saja selama masih ada sisa waktu kontrakan,” ungkapnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
UMKM penundaan pemilu elite ekonomi


























